Cara Membuat Pantun


Mau Tau Ciri-ciri Pantun..?
Banyak orang berpikir pantun itu hanya orang-orang dari kalangan atau suku tertentu saja yang mempunyai bakat untuk menciptakannya, salah satu contoh orang betawi dengan ciri khasnya membuat pantun untuk memeriahkan hari pernikahan atau sekedar berbalas pantun dengan teman. Taukah kamu.. kita semua bisa membuat pantun sendiri loh..
Nih dia niiih.
Pantun itu :
1.      Tiap baitnya terdiri dari 4 baris kalimat
2.      Tiap baris terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata
3.      Baris 1 dan 1 biasa disebut sampiran
4.      Baris 3 dan 4 disebut isi
5.      Bersajak silang (berirama a-b-a-b)
Nah setelah kalian tau ciri-ciri pantun seperti di atas.
Aku bakal kasih tips supaya daya pikir kita bisa cepat membuat pantun.
1.      Pantun itu ada sampiran dan isi (seperti cirri 3 dan 4 di atas)
Sebelum kita menentukan atau menciptakan sampiran dan isi, kita kudu berpikir masalah apa yang akan kita pantunkan,

Misalnya :
Kita sedang melamunkan seseorang, ketika itu suasana hati sedang sedih karena sesuatu hal (entah itu ditinggal pacar, ditinggal teman, atau apa ajalah yang membuat hati kita sedih)’

Dalam situasi seperti di atas ada dua kondisi yaitu :

Pertama – sedang duduk di pinggir jalan
Kedua – sedang sedih

Dari kedua kondisi itu, kalian bisa langsung memikirkan dua kalimat secara langsung (masing-masing sesuai kondisi kalian).

Kalian boleh berkreasi sendiri :
Contoh :

Kondisi
Kalimat pantun
1. Sedang Melamun
2. Sedang Sedih
1. Entah apa di dalam benak
2. Cinta pergi entah kemana

Nah..

Kedua kalimat yang muncul di benak kita seperti di atas adalah isi , karena dua kalimat itu adalah isi, sudah pasti kedua kalimat itu adalah kalimat 3 dan 4. dari pantun.
Sedangkan yang terakhir kita ciptakan adalah sampiran

Sampiran bisa berisi apa saja di kehidupan. Nah.. membuat sampiran harus berpatokan dengan cirri pantun nomor 5 (bersajak/berirama a-b-a-b)

Perhatikan:

Kalimat 3.  Entah apa dalam lamunan
Kalimat 4.  Cinta pergi entah kemana

Maksud dari berirama a-b-a-b adalah akhir dari kata masing-masing kalimat (kalimat 1 = kalimat 3, kalimat 2 – kalimat 4) .


Nah kita bisa membuat kalimat sampiran sesuai keinginan kita dan berirama a-b-a-b
Sampiran
Isi
1. Anah katak jatuh di semak
2. Sungguh kasihan luka mengana
3. Entah apa di dalam benak
4. Mungkin cinta hilang kemana

Nah..
Sekarang kita gabungkan semua kalimatnya..






Sampiran
 



 
1.      Anak katak jatuh di Semak
2.      Sungguh kasihan luka menganga

Isi
 
Entah apa di dalam benak
           3.   Entah apa di dalam benak
4.      Mungkin cinta hilang kemana


Teman, Pantun di atas bukanlah pantun  yang terkenal. Pantun di atas spontan terpikirkan oleh saya ketika saya menulis artikel ini..
Kalian juga pasti bisa, gunakan nalar untuk menemukan kata, kalimat yang berpanutan dengan ciri-ciri pantun yang sudah setelah kalian  ketahui setelah membaca tulisan ini..

Selamat Mencoba…!!

More

Whats Hot

Most Trending

Ads