Jumat, 09 Agustus 2013

Kumpulan Pribahasa Lengkap

1. Ada bunga, ada lebah (suatu tempat yang mendatangkan rezeki, pasti akan di datangi oleh banyak orang).
2. Ada padang, ada belalang (Giat bekerja untuk meraih keberhasilan).

3. Ada udang di balik batu (Ada maksud yang tersembunyi).

4. Adagula ada semut (Tempat yang banyak mendatangkan rezeki di situ pasti banyak orang yang berdatangan).

5. Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak (Jika ingin mengambil keuntungan, harus siap menanggung kerugiannya).

6. Adat lama pusaka usang (adat istiadat tak akan pernah berubah).

7. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam (Dalam memecahkan masalah, orang muda harus lebih bersabar dan yang tua dapat memberi teladan yang baik).

8. Adat diisi, lembaga dituang (Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan).

9. Adat gunung tempatan kabut (Kepada yang pandai kita bertanya, kepada yang kaya kita meminjam).

10. Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk (Hendaklah saling tolong menolong dalam menghadapi kesulitan).

11. Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung (Segala sesuatu ada tata caranya menurut adat yang telah ditetapkan).

12. Air mata jatuh ke perut (Seseorang yang pandai menyembunyikan kedukaannya).

13. Air digenggam tiada tiris (Orang kaya yang tak mau bersedekah kepada orang miskin).

14. Air susu dibalas air tuba (Suatu kebaikan dibalas dengan kejahatan).

15. Air beriak tanda tak dalam (Orang bodoh berlagak pintar).

16. Air tenang menghanyutkan (Orang yang pandai biasanya pendiam).

17. Air besar batu bersibak (Persaudaraan menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan).

18. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam (Orang yang sedang susah hati).

19. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbangan juga (Kelakuan atau tabiat anak menurun dari orang tuanya).

20. Air pun ada pasang surutnya (Keadaan orang tidak tetap, suka dan duka datang berganti).

21. Air yang dingin dapat padamkan api (Orang yang sedang marah dapat dilunakkan dengan kata-kata lembut).

22. Air jernih ikannya jinak (negeri yang aman penduduknya makmur).

23. Air orang disauk, ranting orang patah, adat orang diturut (Sudah seharusnya kita mengikuti adat istiadat negeri yang kita tempati).

24. Air sama air kelak menjadi satu, sampah itu ke tepi juga (Jika terjadi perselisihan keluarga pada akhirnya berbaikan kembali).

25. Air yang tenang kadang berbuaya (Orang pendiam jangan dikira penakut).

26. Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba (Setiap usaha tak ada yang langsung hasil dan sempurna, karena pasti akan melalui berbagai rintangan).

27. Akik disangka batu (Merasa terhina karena salah sangka).

28. Awal diingat akhir tiada (Melakukan sesuatu tanpa dipikir panjang).

29. Alang berjawab, tepuk berbalas (Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan).

30. Anak baik menantu molek (Mendapat keuntungan berlipat ganda).

31. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan (Selalu memikirkan urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan).

32. Anak panah sudah terlepas dari busur tak dapat dikembalikan lagi(Rahasia harus disimpan rapat, jika sudah terbuka tak akan dapat disembunyikan lagi).

33. Anak sendiri disayangi, anak tiri dihardik (Bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri selalu diutamakan).

34. Angan lalu paham bertumbuk (Kalau di angan dapat dikerjakan, tetapi ternyata sangat sulit pelaksanaannya).

35. Angan-angan menerawang langit (Cita-cita setinggi langit).

36. Angan-angan mengikat tubuh (Bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan).

37. Angguk bukan, geleng iya (Lain dengan yang diucapkan).

38. Angin berputar, ombak bersabung (Menghadapi sesuatu yang sangat sulit).

39. Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam (Suatu rahasia tak dapat disembunyikan selamanya, pada akhirnya akan terkuak juga).

40. Angkuh terbawa, tampan tertinggal (Baik rupanya, tapi tak baik sikapnya).

41. Anjing ditepuk menjungkit ekor (Orang hina ketika mendapat keberuntungan menjadi sombong).

42. Anjing diberi makan nasi, kapan akan kenyang (Tak ada manfaatnya berbuat kebaikan pada orang jahat).

43. Anjing galak babi berani (Sama-sama berani).

44. Anjing menyalak tiada menggigit (Bermulut besar tapi penakut).

45. Anjing dipukul sekali pun akan kembali ke tempat tulang (Seseorang yang jahat akan mengulang perbuatannya dengan tidak malu atau takut pada hukuman).

46. Alu patah lesung hilang (Terus-menerus ditimpa kemalangan).

47. Api padam puntung berasap (Perkara yang sudah putus tapi timbul lagi).

48. Api padam puntung hanyut (Keadaannya sudah benar-benar bangkrut).

49. Arang meskipun dibasuh dengan air mawar sekalipun tak kan pernah putih (Tabiat seseorang yang sudah buruk tak akan dapat diperbaiki lagi).

50. Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan (Tabiat orang tak akan berubah).

51. Asam di darat ikan di laut bertemu dalam belanga (Kalau sudah jodoh pasti akan bertemu).

52. Asing lubuk, asing ikannya (Lain daerah lain adatnya).

53. Asing maksud, asing sampai (Tak sesuai dengan yang diharapkannya).

54. Atap rumbia perabung upih (Barang yang baik bercampur dengan barang yang baik).

55. Aur ditana, betung tumbuh (Mendapat keuntungan yang berlipat).

56. Awak menangis diberi pisang (Ketika bersedih dibujuk hati pun menjadi senang).

57. Awak sakit daging menimbun (Berpura-pura kekurangan uang padahal berlebihan hingga dapat menabung).

58. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya (Orang lain yang mendapat keuntungan dari hasil kerja keras kita).

59. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai terjungkat (Untuk menutupi kesalahannya, orang lain yang dijadikan kambing hitam).

60. Asal ditugal adalah benih (Setiap perbuatan pasti ada hasilnya).

61. Ayam bertelur di padi, mati kelaparan (Orang yang tidak pernah puas, meskipun sudah berkecukupan).

62. Ada batang cendawan tumbuh (Di mana kita berada, di situlah kita mendapat rezeki).

63. Ayam berkokok, hari siang (Sudah ada tanda yang pasti).

64. Ayam ditambat disambar elang (Bernasib malang).

65. Anak badak dihambat-hambat (Sengaja menentang bahaya).

66. Ada uang, ada barang (Jika sanggup membayar lebih akan mendapat barang yang lebih baik pula)>

67. Ada beras taruh dalam padi (Rahasia hendaklah disimpan baik-baik).

68. Adakah buaya menolak bangkai (Orang jahat akan berbuat jahat jika ada kesempatan).

69. Alang-alang berdawat biarlah hitam (Jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung).

70. Asing biduk galang diletak (Lain yang dimaksud, lain yang dikerjakan).

71. Ada rupa, ada harga (Harga barang ditentukan oleh keadaan barang).

72. Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas (Selalu ada kesempatan untuk balas dendam).

73. Adat diisi janji dilabuh (Adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati).

74. Anak kambing tak kan jadi anak harimau (Biasanya jika keturunannya dari orang lemah tak mungkin menjadi orang kuat).

75. Ada laga sekandang (Berkelahi dengan keluarga sendiri).

76. Adakah kayu di rimba sama tinggi (Manusia itu tak kan sama,ada yang pandai, ada yang bodoh, ada yang miskin, dan ada yang kaya).

77. Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar (Meskipun mempunyai ilmu setinggi langit, jika tak diajarkan kepada orang lain akan sia-sia belaka).

78. Asalnya kuda itu kuda juga dan asalnya keledai itu keledai juga (Perbuatan baik hasilnya kebaikan, sedangkan perbuatan jahat hasilnya kejahatan juga).

79. Ada nyawa, ada rezeki (Selama masih hidup, selama itu pula akan memperoleh penghidupan).

80. Adat pasang berturun naik (Keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kejayaan seseorang).

81. Ada paha kaki, ada nyawa ada rezeki (Setiap orang memiliki rezeki masing-masing).

82. Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan (Kalau sudah ada persetujuan, apa pun rintangannya dapat diatasi).

83. Ada rotan, ada duri (Di balik kesenangan, tentu ada kemalangan).

84. Ada sampan hendak berenang (Sengaja bersusah-susah yang sebenarnya tak perlu).

85. Ada sirih hendak makan sepah (Meskipun ada yang lebih baik, tetap menginginkan yang tak baik).

86. Akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih (Mengerjakan pekerjaan yang serba tanggung).

87. Ada sama dimakan, tidak ada sama ditahan (Merasakan bahagia bersama-sama, merasa susah bersama-sama).

88. Adat teluk timbunan kapal, adat gunung timbunan kabut (Meminta kepada yang punya, bertanya kepada yang pandai).

89. Ada air, ada ikan (Di mana kita tinggal, di situ kita mendapatkan rezeki).

90. Akal akar berpulas tak patah (Orang yang cerdik tak pernah kehabisan akal).

91. Akal tak sekali tiba (Tak akan ada yang langsung sempurna, harus berangsur-angsur).

92. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang (Jika berhadapan perkataannya manis, tapi jika di belakang perkataannya buruk).

93. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit (Menyelesaikan pekerjaan jangan tanggung-tanggung).

94. Anak dipangku, kemenakan dibimbing, orang kampung dipertenggangkan (Pertimbangkan segala sesuatunya dengan benar, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan).

95. Ada angin baik (Punya banyak harapan).

96. Antan patah, lesung hilang (Orang yang ditimpa musibah terus-menerus).

97. Arang sudah menjadi abu (Sudah rusak sama sekali).

98. Ada sama dimakan, tidak ada sama dicari (Susah dan senang ditanggung bersama).

99. Ada bukit dibalik pendakian (Baru saja menyelesaikan suatu masalah, muncul masalah baru).

100. Ada hujan, ada panas (Ada baik, ada buruk).

101. Adat berkawan zaman berzaman (Apabila berkawan hendaknya untuk selamanya)

102. Adat sama dijunjung, lembaga disanjung, pusaka sama dijaga (Adat istiadat hendaknya harus dihormati, dipatuhi, dan dijaga kelestariannya).

103. Adat berunding di atas rumah (Jangan membicarakan masalah di sembarang tempat).

104. Adat teluk timbunan kapal, adat muara timbunan ikan (Meminta kepada yang punya, bertanya kepada yang pandai).

105. Adat air cair, adat api panas (Segala sesuatu memiliki sifat dan keistimewaan masing-masing).

106. Adat dipakai baru, pakaian dipakai usang (Adat tidak dimakan zaman, bahkan jika dipakai dan ditaati akan terpelihara dengan baik, sebaliknya harta benda jika tidak dijaga dengan baik akan rusak).

107. Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan (Sesuatu itu akan berjalan sesuai dengan kodratnya).

108. Air sudah keruh dari hulunya (Suatu masalah yang tidak baik dari awalnya)

109. Air pasang tidak menghanyutkan (Pekerjaan besar tapi tidak membawa hasil).

110. Air ditetak tak kan putus (Mengerjakan sesuatu yang menguntungkan orang lain).

111. Akal hilang paham tertumbuk (Buntu semua jalan pikiran).

112. Akar terjumbai tempat siamang berpegang, menganjur tempat tupai menegun (Dari perkataan seseorang, dapat diketahui bahwa ia bersalah).

113. Aku nampak olah, kelibat hang sudah kutahu (Bagi orang yang bijaksana dapat mengetahui seberapa tinggi ilmu seseorang).

114. Aku tak hendak, engkau tak ingin (Sama-sama tidak mau).

115. Alah mau bertimbang enggan (Tidak menepati janji).

116. Alah bisa karena biasa (Segala kesulitan tidak terasa jika sudah terbiasa mengerjakannya).

117. Alah limau oleh benalu (Penduduk asli kalah oleh pendatang).

118. Alah membeli memang memakai (Lebih baik mengeluarkan uang lebih besar untuk mendapatkan barang yang baik dan memuaskan).

119. Alah disabung menang disorak (Sudah kalah tapi masih sombong).

120. Alamat biduk akan karam (Pertanda akan mengalami kesusahan).

121. Angguk-angguk kukuran (Seolah-olah patuh dan bodoh, tapi banyak akal).

122. Anjing menyalak di ekor gajah (Orang yang lemah hendak melawan orang yang berkuasa).

123. Apel merah mengundang batu (Sesuatu yang menarik perhatian dapat mengundang orang untuk memilikinya).

124. Awan berarak ditangisi (Bersedih hati mengenang nasib yang tak beruntung).

125. Arang habis, besi binasa (Pekerjaan yang tidak menghasilkan apa-apa).

126. Asal ada kecil pun pada (Jika tidak banyak tersedia, sedikit pun cukup).

127. Aus telunjuk mencolek ragam (Orang yang selalu ditimpa kemiskinan).

128. Awak rendah, sangkutan tinggi (Pengeluaran lebih besar daripada penghasilan).

129. Awal dikenal, akhir tidak (Tidak mempertimbangkan akibatnya).

130. Ayam bertelur sebutir ribut seluruh negeri, penyu bertelur beribu-ribu tak seorang pun tahu (Punya kekayaan sedikit sudah membanggakan diri).

131. Ayam berinduk, sirih berjunjung (Orang yang lemah harus dilindungi).

132. Ayam hitam terbang malam, bertali ijuk bertambang tanduk, hinggap di kebun rimbun (Kejahatan yang tidak atau belum diketahui orang lain)

133. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasai, bertali benang bertambang tanduk (Suatu masalah yang telah diketahui semua orang).

134. Ayam tangkas di gelanggang (Orang yang pandai berbicara atau berpidato di depan umum).

135. Ayam lepas tangan bercirit (Seseorang yang berbuat kejahatan, akhirnya mendapat malu).

136. Anak badak dihambat-hambat (Sengaja mencari bahaya).

137. Adat rimba, siapa berani ditaati (Penguasa yang melalaikan tugas dan hukum).

138. Adat bersendi syarak, syarak bersendi adat (Sebelum bertindak dipikirkan untung dan ruginya).

139. Adat negeri memagar negeri, adat kampung memagar kampung (Suka menolong sesama).

140. Adakah hilang bisa ular karena menyusup akar (Orang besar jika merendahkan diri tetap saja derajatnya tidak akan turun).

>>(air) susu dibalas dengan (air) tuba
kebaikan dibalas dengan kejahatan

>> (bagai) duri dalam daging
sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran

>> (sampai) ke tulang sumsum
, mendalam sekali (perasaan dingin dsb)

>> (sebagai durian) pangsa menunjukkan bangsa (sebagai durian menunjukkan pangsa nya)
kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)

>> (seperti) abu di atas tanggul
tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dsb)

>>ada angin ada pohon nya (hujan berpohon, panas berasal)
segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

>>ada bangkai ada hering
jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang

>>ada beras , taruh dalam padi
rahasia hendaklah disimpan baik-baik                    
>>ada biduk serempu pula
tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain

>>ada biduk serempu pula
tidak puas dengan apa yang ada

>>ada gula ada semut
di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang

>>ada gula ada semut
orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan

>>ada hujan ada panas, ada hari boleh balas
selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

>>ada nyawa (umur) ada rezeki
selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha

>>ada padi segala menjadi
orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya

>>ada rotan ada duri
dalam kesenangan tentu ada kesusahannya

>>ada rupa ada harga
harga barang ditentukan oleh keadaan barang


>>ada sampan hendak berenang
sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu

>>ada uang ada barang
jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik

>>ada ubi ada talas, ada budi ada balas
kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan; barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal

>>ada udang (berudang) di balik batu
ada suatu maksud yang tersembunyi

>>adakah buaya menolak bangkai
orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

>>adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya
orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

>>adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah
pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

>>adat dagang tahan tawar
sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar

>>adat diisi janji dilabuh
adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

>>adat diisi lembaga dituang
hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan

>>adat diisi, lembaga dituang
melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan

>>adat diisi, lembaga dituang
dilakukan menurut aturan yang lazim

>>adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu
dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

>>adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu
dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

>>adat pasang berturun naik
keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang

>>adat periuk berkerak, adat lesung berdekak
jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

>>adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung
segala sesuatu ada tata caranya

>>adat teluk timbunan kapal
biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)

>>agih-agih kungkang
terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan

>>air beriak tanda tak dalam
orang yang banyak cakap (sombong dsb), biasanya kurang ilmunya
>>air beriak tanda tak dalam
orang yang sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi

>>air besar batu bersibak
persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan

>>air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga
biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya

>>air di daun keladi (daun keladi dimandikan)
sukar diajar atau dinasihati

>>air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dsb)

>>air jernih ikannya jinak
negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya

>>air lalu kubang tohor
uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dsb

>>air susu dibalas dengan air tuba
perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat

>>air tenang (biasa) menghanyutkan
orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya

>>air tenang menghanyutkan
orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya

>>akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih
serba tanggung

>>alah (kalah) -, menang memakai
biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik

>>alah bisa karena biasa
kalah kepandaian oleh latihan

>>alah bisa oleh (karena) biasa
sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi                                      

>>alah bisa tegal biasa
sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi; pengalaman praktik lebih baik daripada teori

>>alah di rumpun betung  
kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

>>alah limau oleh benalu
orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang

>>alah main, menang sarak
biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara

>>alah menang tak tahu, bersorak boleh
perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah
>>alang berjawab, tepuk -
baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

>>alang-alang berdawat biarlah hitam
jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

>>alur bertempuh, jalan berturut
dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim

>>anak ayam kehilangan induk
ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

>>anak badak dihambat-hambat
dengan sengaja mencari bahaya

>>anak baik menantu molek
mendapat keuntungan yang berlipat ganda

>>anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui)
selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan

>>anak orang, anak orang juga
seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga

>>anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi
bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan

>>angan lalu, paham tertumbuk
suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah

>>angguk bukan, geleng ia
lain di mulut lain di hati

>>antan patah lesung hilang
tertimpa berbagai musibah (kecelakaan; kesusahan)

>>antan patah, lesung hilang
kemalangan yang bertimbun-timbun

>>apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

>>apa yang kurang pada belida , sisik ada tulang pun ada
orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya

>>api padam puntung berasap
perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi

>>api padam puntung hanyut
sudah habis (tamat) benar-benar

>>arang habis besi binasa
pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada

>>arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih
tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi
>>asal ada kecil pun pada
kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup

>>asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan
kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

>>asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan
tabiat orang tidak akan berubah

>>asal berinsang , ikanlah
tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb)

>>asal menugal adalah benih
setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

>>asam di darat, ikan di laut (garam di laut asam di gunung) bertemu dalam belanga
laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

>>asing lubuk, asing ikannya
lain daerah, lain adatnya

>>asing maksud, asing sampai
tidak sesuai dengan yang diharapkan

>>atap rumbia (ijuk) perabung upih
barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

>>aur ditanam, betung tumbuh
mendapat untung (laba) banyak

>>aur ditarik sungsang
banyak sangkut-pautnya sehingga susah dilaksanakan

>>awak tikus hendak menampar kepala kucing
menghendaki sesuatu yg tidak mungkin diperoleh atau terjadi

>>awak yang payah membelah ruyung , orang lain yang beroleh sagunya
kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya                                                    
>>ayam bertelur di padi
hidup senang dan mewah

>>ayam ditambat disambar elang
malang sekali; bernasib buruk

>>ayam hitam terbang malam
sukar ketahuan (tentang perkara dsb)

>>ayam itik raja pada tempatnya
setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

>>ayam laga sekandang
berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan

>>ayam putih terbang siang
mudah ketahuan (tentang perkara dsb)

>>babi merasa gulai
menyama-nyamai orang besar (kaya)

>>badak makan anak
ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)

>>bagai - kain dapat
memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

>>bagai air di daun talas
selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)

>>bagai air ditarik sungsang
melakukan sesuatu yang menjadi sukar karena salah jalan

>>bagai anak sepat ketohoran
berbaring bermalas saja

>>bagai anjing melintang denai
sangat gembira (sombong)

>>bagai ayam dibawa ke lampok
keheranan melihat sesuatu

>>bagai balam dengan ketitir
perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya

>>bagai batu jatuh ke lubuk
hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

>>bagai beliung dengan asahan
sangat karib (tidak pernah bercerai)

>>bagai belut digetil ekor
lancar (cepat sekali)

>>bagai belut diregang
seseorang yang tinggi kurus                                                                                                    


>>bagai belut kena ranjau (getah)
seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

>>bagai bertanak di kuali
bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

>>bagai bertanak di kuali
bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

>>bagai beruk kena ipuh
menggeliat-geliat karena kesakitan dsb

>>bagai berumah di tepi tebing
selalu tidak aman hatinya

>>bagai bulan dengan matahari
sebanding; sesuai

>>bagai bulan kesiangan
pucat dan lesu

>>bagai buntal kembung
bodoh dan sombong

>>bagai bunyi cempedak jatuh
bunyi seperti barang berat jatuh

>>bagai bunyi siamang kenyang
banyak bicara karena mendapat kesenangan

>>bagai dawat dengan kertas
tidak pernah bercerai; tidak dapat dipisahkan

>>bagai dekan di bawah pangkal buluh
seseorang yang pandai menyimpan rahasia                                                                                    

>>bagai dekan di bawah pangkal buluh
seseorang yang pandai menyimpan rahasia

>>bagai denai gajah lalu
hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan

>>bagai dulang dengan tudung saji
sangat serasi

>>bagai duri dalam daging
selalu terasa tidak menyenangkan hati

>>bagai gadis jolong bersubang
sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb)

>>bagai garam jatuh ke air
nasihat dsb yang mudah diterima

>>bagai getah dibawa ke semak
makin kusut (tentang perkara)

>>bagai ikan dalam keroncong
tidak tertolong lagi; tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

>>bagai ikan kena tuba
banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)

>>bagai ilak bercerai dengan benang
bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

>>bagai inai dengan kuku
tidak pernah bercerai                                                                                                      

>>bagai itik pulang petang
sangat lambat (jalannya)                                                                                                  

>>bagai jampuk kesiangan hari
kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

>>bagai jawi ditarik keluan
menurut saja (karena tidak dapat melawan)

>>bagai jawi terkurung
sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

>>bagai kacang direbus satu
melonjak-lonjak kegirangan

>>bagai kapal tidak bertiang
perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin

>>bagai kapas -
putih bersih

>>bagai keluang bebar petang
ramai-ramai berkerumun

>>bagai kena buah malaka
sangat terperanjat seolah-olah kena peluru karena penghinaan yang tidak disangka-sangka

>>bagai kena santung pelalai
gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

>>bagai kerakap tumbuh di (di atas) batu, hidup enggan mati tak mau
hidup dalam kesukaran (kemelaratan)

>>bagai kinantan hilang taji
seseorang yang telah kehilangan penghargaan

>>bagai kucing dibawakan lidi
sangat ketakutan

>>bagai kucing lepas senja
sukar dicari
>>bagai kuku dengan daging
tidak terceraikan; tidak pernah bercerai

>>bagai kuku dengan isi
sukar diceraikan; tidak pernah bercerai

>>bagai langau di ekor gajah
selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai

>>bagai manik putus talinya (pengarang)
perihal air mata yang bercucuran                                                                                      
>>bagai melihat asam
ingin sekali

>>bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran)
seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan                                                              

>>bagai membakar tunam basah
hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

>>bagai menakik darah mati dari alu (bagai menakik darah mati dari batu)
bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

>>bagai menentang matahari
melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa

>>bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan
melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

>>bagai menghela rambut dalam tepung
pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali

>>bagai menghela tali jala
sangat berhati-hati

>>bagai menyandang galas tiga
pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya

>>bagai menyukat belut
pekerjaan yang sia-sia

>>bagai orang kena miang
gelisah sekali karena mendapat malu

>>bagai pahat , tidak ditukul tidak makan
orang yang mau bekerja apabila diperintah

>>bagai pelita kehabisan minyak
tidak berseri-seri lagi

>>bagai perian pecah
suara yang sember (tidak merdu)

>>bagai pimping di lereng
orang yang tidak berpendirian tetap

>>bagai pinang belah dua
sama besar, serupa benar

>>bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi
sesuatu yang membahayakan

>>bagai pucuk (enau) dilancarkan (diluncurkan)
sangat lancar; cepat sekali

>>bagai pucuk pisang didiang
lemah sekali; tidak bertenaga

bagai rambut dibelah tujuh (seribu)
sedikit (kecil) sekali

>>bagai rupa orang terkena beragih
bermuka masam karena rugi dsb (dalam perdagangan)

>>bagai serangkak tertimbakan
berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

>>bagai serdadu pulang baris
orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya

>>bagai si bisu berasian (bermimpi), terasa ada terkatakan tidak
tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

>>bagai si kudung beroleh cincin
beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya

>>bagai si kudung panji -
pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

>>bagai si lumpuh hendak merantau
tidak mungkin dikerjakan

>>bagai siamang kurang kayu
sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

>>bagai tanduk bersendi gading
jodoh yang tidak sepadan

>>bagai tanduk diberkas
sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)

>>bagai tikus membaiki labu
orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya

>>bagai unta menyerahkan diri
amat patuh menurut perintah; mengaku salah dan bertobat; menyerah dan menurut

>>bagaikan rama-rama masuk api
musnah dengan cepat

>>bagaimana bunyi gendang , begitulah tarinya
menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

>>bagaimana ditanam begitulah dituai
tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

>>bagaimana ditanam begitulah dituai
tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

>>bagaimana ditanam, begitulah dituai
seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya

>>bahasa menunjukkan bangsa
budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)

>>baik berjagung-jagung sementara padi belum masak
lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan

>>baik rupa sepemandangan , baik bunyi sependengaran
cocok; seia sekata

>>bajak patah banting terambau
menderita kecelakaan bertimpa-timpa

>>bajak selalu di tanah yang lembut
orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

>>bajak sudah terdorong ke bancah
sudah terlanjur (tidak dapat kembali)

>>baji dahan membelah dahan
memboroskan harta tuannya

>>baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan
hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi

>>bak ilmu padi , kian berisi kian runduk
selalu merendahkan diri (tidak sombong)

>>bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang
sesuatu yang diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

>>bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian
melakukan sesuatu yang sia-sia

>>bak tengguli ditukar cuka
suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan

>>bakar tidak -
maksud jahat yang tersembunyi

>>bala lalu dibawa singgah
sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)

>>banyak menelan garam hidup
banyak pengalaman hidup

>>banyak menelan garam hidup
banyak pengalaman hidup

>>banyak menelan garam hidup
banyak pengalaman hidup

>>banyak menelan garam hidup
banyak pengalaman hidup

>>banyak orang banyak ragam nya
tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

>>bapak badari , cak
pemimpin dsb yang penghidupannya diperoleh dari pengikutnya

>>barang siapa menggali lubang , ia akan terperosok ke dalamnya
siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri                  
               
>>barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur
siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu                        

>>barang tergenggam jatuh terlepas
sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)

>>batang betung beruas-ruas
sangat jujur; lurus hati

>>batu hitam tak bersanding
tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb)

>>bau busuk tidak berbangkai
celaan (fitnah dsb) yang tidak benar

>>bau nya setahun pelayaran
berbau busuk sekali

>>bayang-bayang disangka tubuh
mengharapkan sesuatu yang belum pasti

>>bayang-bayang sepanjang badan
tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dsb)

>>bayang-bayang tidak sepanjang badan
berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya

>>beban berat senggulung batu
tanggungan yang sangat berat

>>beban berat senggulung batu
melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik

>>becermin di air keruh
mencontoh perbuatan yang kurang baik

>>belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam
sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai                                      

>>belalang dapat menuai
dapat keuntungan tanpa disengaja

>>belalang hendak menjadi elang
orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)

>>belanak bermain di atas karang
ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

>>belukar sudah menjadi rimba
kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi

>>belum (sudah) diasapi kemenyan
belum (sudah) kawin

>>belum beranak sudah ditimang
bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

>>belum beranak sudah ditimang belum duduk sudah berlunjur
terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

>>belum bergigi hendak mengunyah (menggigit)
hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya

>>belum bertaji hendak berkokok
belum berilmu (kaya, kuasa, dsb) sudah hendak menyombongkan diri

>>belum dipanjat asap kemenyan
belum kawin

>>belum duduk belunjur dulu
sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki

>>belum duduk sudah belunjur
sudah bergirang hati dulu sebelum tercapai yang dikehendaki

>>belum duduk sudah mengunjur
sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yang diinginkannya

>>belum punya kuku hendak mencubit
belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang

>>belum tahu di pedas lada
belum berpengalaman

>>belum tahu di pedas lada
masih muda sekali; belum berpengalaman

>>belum tegak hendak berlari
lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur

>>belum tentu hilir mudik nya
belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar

>>belum tentu si upik si buyungnya
belum tentu kesudahannya

>>benci akan mencit rengkiang disunu
sebab takut akan bahaya yang kecil, dibuanglah keuntungan yang banyak

>>berair rongkong
mendapat rezeki (keuntungan)

>>beraja di hati, bersultan di mata, ( beraja di mata, bersultan di hati)
menurutkan kemauan sendiri

>>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

>>beranak tiada -
mendapat kesusahan (kecelakaan dsb) karena salahnya sendiri

>>berani hilang tak hilang, berani mati tak mati
melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

>>berani malu, takut mati
berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

>>berani menjual, berani membeli ( berani pegang, berani tanggung)
jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga

>>berani sendok pengedang, air hangat direnanginya
perihal orang berani, tetapi bodoh                                                                      

>>berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul
betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dsb)

>>berarak ke tebing
melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

>>berarak tidak berlari
melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

>>berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung

>>berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
bersama-sama dalam suka dan duka

>>berat sepikul, ringan sejinjing
bersama- sama dalam suka dan duka

>>berbilang dari esa, mengaji dari alif
jika mengerjakan sesuatu hendaknya dimulai dari permulaan

>>berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli
jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk

>>berbukit di balik pendakian
lepas dari kesukaran yang satu mendapat kesukaran lain

>>bercekak henti, silat terkenang
buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya                                  

>>bercerai sudah, talak tidak
sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan

>>bercerai tidak bertalak (kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak)
pertalian suami-istri yang tidak sah

>>berdiang di abu dingin
tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dsb)

>>berebut lontong tanpa isi
berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna

>>berebut temiang belah
berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga

>>berebut temiang hanyut, tangan luka temiang tak dapat
dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya

>>berendam se sayak air, berpaut sejengkal tali
penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)

>>berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali
hidup serba kekurangan

>>bergaduk diri, saku-saku diterbangkan angin
banyak membual, tetapi kantongnya kosong

>>bergantung di ujung kuku
dalam keadaan yang sangat berbahaya

>>bergantung pada rambut sehelai
berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)

>>bergantung pada tali rapuh
menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yang lemah atau tidak tetap

>>bergantung tidak bertali (sehasta tali)
perempuan yang ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yang tidak sah

>>berguru dahulu sebelum bergurau
belajar dahulu sebelum bersenang-senang

>>berhakim kepada beruk
meminta pengadilan kepada orang yang tamak niscaya akan rugi

>>berhakim kepada beruk
minta keadilan (pertimbangan) kepada orang yang rakus

>>berhati baja, berurat kawat
tabah dan keras hati

>>berhitung nasib peruntungan
membicarakan nasib

>>beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh
orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

>>berjalan peliharakan kaki , berkata peliharakan lidah
ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

>>berjalan sampai ke batas , berlayar sampai ke pulau
segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

>>berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan
selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun

>>berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan
dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

>>berjalan selangkah, melihat surut
selalu ingat akan hari kemudian (tidak hanya memikirkan waktu sekarang saja)

>>berjanjang naik, bertangga turun
menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim berlaku

>>berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang)
serba kekurangan (miskin sekali)

>>berkata peliharakan lidah
... tidak akan menghiraukan cemoohan orang

>>berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar
jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati

>>berkayuh sambil ke hilir
sekali melakukan pekerjaan dua tiga maksud tercapai

>>berkelahi dalam kepuk
hal yang sukar diselesaikan

>>berkelahi dalam mimpi
berlelah-lelah dengan sia-sia

>>berkelahi di ekor alahan
mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

>>berkemudi di haluan, bergilir ke buritan
orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya

>>berkeras tidak berkeris
bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri

berkering air liur
,
>>berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar
mengemukakan keterangan (keberatan dsb) sesudah diputuskan

>>berkocak tanda tak penuh
orang yang banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya

>>berkotakan (bernegerikan, berkubukan) betis
mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)

>>berlaki anak semang
perempuan yang buruk kelakuannya

>>berlayar atas angin
mendapat bantuan atau sokongan orang lain

>>berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua
setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman

>>berlayar di pulau kapuk, cak
tidur

>>berlayar menentang (mengadang, menuju) pulau
setiap usaha harus ada tujuannya:

>>berlayar sambil memapan
menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

>>berlayar sambil memapan
menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

>>berlayar sampai ke pulau , berjalan sampai ke batas
segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya

>>berleleran bagai getah di lalang
tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)

>>berlidah di lidah orang
hanya menurut perkataan orang saja

>>berlurah di balik pendakian
maksud lain yang tersembunyi

>>bermain air basah, bermain api lecur
tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya

>>bermain air basah, bermain api letup, bermain pisau luka
tiap perbuatan atau pekerjaan ada akibatnya (risikonya)

>>bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut
hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

>>berminyak biar licin (lecak)
tanggung-tanggung; setengah-setengah

>>berminyak muka nya
senang; gembira

>>bermulut di mulut orang
selalu meniru perkataan orang

>>bernapas ke luar badan
lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri

>>bernapas ke luar badan
lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri

>>berniaga di ujung lidah
orang pandai yg tidak jujur

>>beroleh badar tertimbakan
mendapat keuntungan yang tidak di- sangka-sangka

>>beroleh lumpur di tempat yang kering
mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka

>>beroleh sehasta hendak se depa
sudah diberi sedikit, mau minta lebih lagi

>>berpilin-pilin bagai kelindan
sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi

>>bersaksi ke lutut
menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi

>>bersaksi ke lutut
menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi

>>bersalai tidak berapi
mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

>>bersalai tidak berapi
mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

>>bersandar di lemang hangat
berlindung kepada orang yang jahat (zalim dsb)

>>bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati
seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

>>bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati
seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

>>bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang
orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

>>berserah berkabilan
sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)

>>berserah berkabilan
sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)

>>bersesak-sesak bagai ular tidur
seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

>>bersesapan belukar
pekerjaan yang tidak sempurna

>>bersikap masa bodoh
tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain

>>bersua alur nya,
sesuai benar; cocok

>>bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)
keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)

>>bersua beliung dengan sangkal
sesuai benar (karena sepaham dan setujuan)

>>bersukat darah, bertimbang daging (dengan)
berperang mati-matian (dengan)                                                                          

>>bersuluh menjemput api
bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui

>>bersurih bak sepasin , berjejak bak berkik, berbau bak embacang
ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan

>>bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang
kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

>>bersutan di mata beraja di hati
orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang

>>bertabur bijan ke tasik
membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

>>bertabur bijan ke tasik
membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

>>bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing
ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh

>>bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing
perjanjian sudah erat dengan syarat-syaratnya

>>bertanam tebu di bibir
mengeluarkan perkataan yang manis-manis (memuji-muji dsb), tetapi mempunyai maksud yang kurang baik

>>bertandang ke surau
bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa; ~

>>bertandang ke surau
bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa; ~

>>bertanjak baru bertinjau
melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

>>bertanjak baru bertinjau
melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

>>berteduh di bawah betung
mendapat pertolongan yang tidak mencukupi

>>berteduh di bawah betung
beroleh pertolongan yang tidak memadai

>>berteduh di bawah betung
mendapat pertolongan yang tidak mencukupi

>>bertemu beliung dengan ruyung
sama-sama kuat (tentang permusuhan)

>>bertemu muka dengan tedung
bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)

>>bertemu muka dengan tedung
bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)

>>bertemu muka dengan tedung
bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)

>>bertemu mura dengan tedung
sama-sama pandai (kuat dsb)

>>bertemu ruas dengan buku
sesuai benar; serasi

>>bertemu ruas dengan buku
cocok (sesuai) karena memang sudah jodohnya

>>bertemu teras dengan beliung
dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras

>>bertenun sampai ke bunjai nya
mengerjakan sesuatu harus sampai selesai

>>bertepuk sebelah tangan
kasih sayang yang datang dari sebelah pihak

>>bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi
kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak

>>bertiraikan banir
tidak mempunyai rumah

>>bertitah lalu sembah berlaku
jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga

>>bertohor air liur
sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan

>>bertopang pangkal seia
berbantah dapat menjadi dasar mencapai persetujuan

>>bertukar beruk dengan cigak
sama saja halnya

>>bertukar jalan (sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut)
berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama;

>>bertunggul ditarah, kesat diampelas
sudah beres (tentang perselisihan)

>>besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya)
orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada

>>besar kapal besar gelombang
makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya

>>besar kayu besar bahan nya
jika penghasilan besar, pengeluarannya pun besar pula

>>besar kayu besar bahannya ( besar periuk besar keraknya)
banyak penghasilan banyak pula belanjanya

>>besar kayu besar dahan nya
makin banyak pendapatan (uang) makin banyak pula yang dibelanjakan

>>besar pasak dari tiang
belanja lebih besar daripada pendapatan

>>besar periuk besar kerak
semakin banyak pendapatan, semakin banyak pula pengeluaran

>>besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang
besar belanja daripada pendapatan

>>besi baik dibajai (diringgiti)
barang yang sudah baik ditambah baik lagi

>>besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan)
perbuatan yang baik selamanya terpuji

>>betung ditanam, aur tumbuh
mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya

>>biang menanti tembuk
perkara yang hampir mendapat keputusan

>>biar dahi berluluk asal tanduk mengena
apa pun akan dilakukan asal maksud tercapai

>>biar kalah sabung asalkan menang sorak
biar harta habis asal hati senang (puas)                                  

>>biar lambat laga , asal menang
biar lambat asal selamat

>>biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya
kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan

>>biar putih tulang, jangan berputih mata (lebih baik putih tulang daripada berputih mata)
lebih baik mati daripada menanggung malu

>>biar putih tulang, jangan putih mata
lebih baik mati daripada mendapat malu

>>biar singit jangan tertiarap
jika mendapat kerugian (kesusahan dsb), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dsb; tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)

>>biar sipi (asal) jangan sesat
jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dsb) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita; biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak

>>biar telinga rabit , asal dapat bersubang
biar badan terasa sakit asal menjadi cantik

>>biar tersengat, jangan tiarap
hendaklah diusahakan supaya jangan terlanjur merugi dsb

>>biar titik jangan tumpah
biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak                                

>>bibir nya bukan diretak panas
perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

>>biduk lalu kiambang bertaut
seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali

>>biduk lalu kiambang bertaut
lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)

>>biduk lalu kiambang bertaut
seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali

>>biduk lalu, kiambang bertaut
orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

>>biduk tiris menanti karam
sudah tidak tertolong lagi

>>biji hampa
sia-sia; tidak dipedulikan

>>biji hampa
sia-sia; tidak dipedulikan

>>bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti
berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)

>>bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar
cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

>>bodoh-bodoh sepat , tak makan pancing emas
meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

>>bondong air bondong ikan
gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)

>>buah hati cahaya mata
dikatakan tentang anak yang sangat disayang

>>buah manis berulat di dalamnya
perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik

>>buah tangisan beruk
gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang

>>buah tangisan beruk
gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang

>>buaian diguncang, anak dicubit
perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat

>>buka kulit , ambil (tampak) isi
jujur dan terus terang (dalam perundingan dsb)

>>bukan budak makan pisang
bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)

>>bukan tanahnya menjadi padi
bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik

>>bukit jadi paya
orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)

>>bulan naik , matahari naik
mendapat untung di sana-sini

>>bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat
kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan

>>bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan
sudah sepakat benar; sudah putus mufakat

>>bulu mata bagai seraut jatuh
alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus              

>>bumi berputar zaman beredar
keadaan zaman selalu berubah

>>bumi mana yang tak kena hujan
setiap orang berbuat salah

>>bumi tidak selebar daun kelor
dunia tidak sempit

>>bunga dipetik perdu ditendang (bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki)
hanya mau mengambil keuntungan saja (misal istri dikasihi, mertua dibenci)

>>bungkuk baru betul, (buta baru celik)
orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan

>>bungkuk kail hendak mengena
tipu muslihat untuk mencari keuntungan

>>bungkuk sejengkal tidak terkedang
tidak mau mendengar kata orang; keras kepala                   ##################################################################################################DISINI


******************************************************************************************************************
14/07/2010
>>buntat hendak jadi kemala
tidak tahu diri

>>bunyi perempuan di air
ramai (gaduh sekali)

>>buruk muka cermin dibelah
menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dsb

>>buruk muka cermin dibelah
karena aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan

>>buruk muka cermin dibelah
karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan

>>buruk perahu, buruk pangkalan
tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

>>burung terbang dipipis lada
sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya

>>burung terbang dipipiskan lada
sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh

>>busuk kerbau, jatuh berdebuk
perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga

>>busut juga yg ditimbun anai-anai
1 yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; 2 orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya

>>buta baru celik (melihat)
menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dsb)

>>buta kehilangan
dalam keadaan yang sangat sulit

>>cacing hendak menjadi naga
orang hina hendak menyamai orang besar

>>cacing menjadi ular naga
orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)

>>cakap berdegar-degar, tumit diketing
banyak mulut, tetapi penakut

>>cakap berlauk (-lauk), makan dengan sambal lada
cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan

>>calak ganti asah (menanti tukang belum datang)
sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu saja sebelum ada yang lebih baik (jadi hanya sekadar mencukupi kebutuhan)

>>campak bunga dibalas dengan campak tahi
memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan

>>cangkat sama didaki lurah sama dituruni
sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan

>>cari umbut kena buku
mencari yang baik, mendapat yang buruk

>>carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga
perkelahian sesama saudara itu akhirnya berbaik juga

>>cekel berhabis, lapuk berteduh
terlampau kikir itu tidak berfaedah sebab akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga

>>cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun
masih sangat muda (belum berpengalaman)

>>cencang dua segerai
sekali jalan dua pekerjaan selesai

>>cencang putus tiang tumbuk
putusan yang mengikat

>>cencaru makan pedang
pekerjaan yang lambat, tetapi hasilnya baik

>>cepat kaki ringan tangan
suka menolong
>>coba-coba menanam mumbang , kalau tumbuh sunting, (= suri, turus) negeri
kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak

>>condong ditumpil, lemah diaduk
orang yang dalam kesulitan uang dsb diberi pertolongan

>>condong yang akan menimpa
perbuatan yang mendatangkan celaka

>>condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan
pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan

>>daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah
banyak sama banyak, sedikit sama sedikit; adil

>>dagu nya lebah bergantung
dagu yang bagus

>>dahan pembaji batang
(orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya

>>dahi kiliran taji
dahi yang licin

>>dahi sehari bulan
dahi yang elok bentuknya

>>dahulu bajak daripada jawi
sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yang biasa

>>dahulu sorak kemudian tohok
menggembar-gemborkan sesuatu yang belum terjadi (belum terbukti)

>>dahulu timah , sekarang besi
dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yang telah habis harta bendanya

>>dalam madu berisi empedu
dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik

>>dalam rumah membuat rumah
mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

>>dapat durian runtuh
mendapat untung dengan tidak bersusah payah

>>dapat tebu rebah
mendapat untung

>>darah baru setampuk pinang
masih muda sekali (belum banyak pengalaman)

>>darah se tampuk pinang
masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)

>>dari jung turun ke sampan
turun pangkat; turun martabat

>>dari lecah lari ke duri
menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat yang lebih besar

>>dari semak ke belukar
meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula

>>dari semak ke belukar
sama saja halnya
>>daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada
benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali

>>daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah
daripada menanggung malu lebih baik mati

>>daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga)
daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

>>datang tak berjemput, pulang tak berhantar
perihal orang yang tidak diindahkan

>>datang tampak muka, pulang tampak punggung
datang dan pergi hendaklah memberi tahu

*******************************************************************************************************udah selesai 14/07/10

>>datang tampak muka, pulang tampak punggung********************************************************15/07/10
hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

>>datang tidak berjemput, pulang tidak berantar
tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

>>degar degar merpati
perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan

>>dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk
perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya

>>dekat mencari indu , jauh mencari suku
jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup

>>dekat mencari suku , jauh mencari hindu
mencari pertalian keluarga; menyusur galur

>>dekat tak tercapai jauh tak berantara
menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya

>>dekat tak tercapai, jauh tak antara
sesuatu yang dekat dengan kita, tetapi tidak dapat kita ambil karena tiada upaya

>>delapan tapak bayang-bayang
alamat waktu kira-kira pukul 08.00

>>dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok
dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

>>di luar bagai madu , di dalam bagai empedu
kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

>>di luar merah di dalam pahit
kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

>>di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung
harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal

>>di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
menurutkan adat kebiasaan tempat yg didiami

>>di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti
di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang

>>di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal
di mana orang meninggal di situ dikuburkan

>>di mana ranting dipatah, di situ air disauk
setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

>>di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung
hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

>>di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh
di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

>>di manakah berteras kayu mahang
jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil

>>di muka (di puncak) hidung
dekat sekali di depan orang

>>di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

>>dialas bagai memengat
(kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja

>>diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru
tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

>>diam penggali berkarat, diam ubi berisi
pengetahuan dsb yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

>>diam seribu basa
diam sama sekali (tidak berkata sepatah pun)

>>diam-diam ubi (berisi)
pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya

>>dianjak layu , dianggur mati
seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam

>>dianjak layu , dibubut mati
suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus

>>dianjak layu, dibubut mati
suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus

>>dianjungkan seperti payung , ditambak seperti kasur
sangat; dimuliakan

>>diasak layu, dicabut mati
sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi

>>diberi berkuku hendak mencekam
diberi kekuasaan, lalu hendak berbuat sewenang-wenang

>>diberi berkuku hendak mencengkam
diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang

>>diberi bertali panjang
diberi kebebasan yang seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya:

>>diberi betis hendak paha
diberi sedikit lalu menginginkan yang banyak (semuanya)

>>diberi betis hendak paha
diberi sedikit minta banyak lagi atau semuanya

>>diberi kepala hendak bahu
diberi sedikit lalu minta banyak

>>diberi kuku hendak mencengkam
baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain

>>diberi sejari hendak setelempap
orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi

>>diberi sejari hendak setelempap
orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi

>>diberi sejengkal hendak sehasta diberi sehasta hendak sedepa
diberi sedikit lalu hendak minta lebih banyak lagi

>>dibilang genap , dipagar ganjil
kelihatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi

>>dibuat karena Allah , menjadi murka Allah
dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik

>>dibujuk ia menangis , ditendang ia tertawa
orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi

>>dibujuk ia menangis , ditendang ia tertawa
orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi

>>dicoba-coba bertanam mumbang , moga-moga tumbuh kelapa
dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang hasil, moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil

>>dientak alu luncung
dikalahkan oleh orang bodoh

>>digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang
rasa gelisah, khawatir kacau-balau

>>diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu
jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya

>>diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk
serba menyu-sahkan orang (misal tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)

>>dijual sayak , dibeli tempurung
sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama

>>dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman
memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)

>>dikati sama berat, diuji sama merah
seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dsb)

>>dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung
selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat

>>dilengah (dimabuk) beruk berayun
merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya

>>dilihat pulut , ditanak berderai
apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

>>diminta tebu diberi teberau
diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan

>>dipanggang tiada angus
beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat
*****************************************************************************************************************15/07/10

****************************************************************************************************************19/07/10
>>diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit
serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula

>>dirintang siamang berbual
asyik melihat sesuatu yang tidak berguna dengan menghabiskan waktu

>>disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari
disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

>>disangka tiada akan mengaram , ombak yang kecil diabaikan
tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar

>>diserakkan padi awak diimbaukan orang lain
orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

>>disigai sampai ke langit (tinggi disigai, besar ditebang)
suatu perkara diselidiki secara tuntas; diselidiki (diusut) sebaik-baiknya

>>disisih bagai antah
diasingkan dari yang lain; tidak disukai

>>ditebuk (dikerobok) tikus
sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)

>>ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya
walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat:

>>ditindih yang berat, >>dililit yang panjang
tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dsb)

>>duduk berkisar , tegak berpaling
memungkiri janji (perkataan dsb yang pernah diucapkan atau dijanjikan)

>>duduk berkisar, tegak berpaling
tidak mau menepati janji

>>duduk dengan -
kaya

>>duduk di ambung-ambung taji
selalu merasa khawatir (gelisah)

>>duduk meraut ranjau , tegak meninjau jarak (duduk meraut ranjau , berdiri melihat musuh)
selalu bekerja dengan waspada

>>duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak
selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)

>>duduk sama rendah, tegak (berdiri) sama tinggi
sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya)

>>duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang Mk
dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah >>dilaksanakan

>>elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat
apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dsb

>>elok palut , pengebat kurang
tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum

>>embun di ujung rumput
sesuatu yang lekas hilang (bersifat tidak tetap)

>>emping - hari hujan
sangat sial; bernasib buruk

>>enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan
merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

>>esa hilang dua terbilang
mati atau hidup dengan kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya

>>gadai terdorong kepada Cina
terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali

>>gaharu dibakar kemenyan berbau
memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang

>>gajah berjuang sama gajah , pelanduk (kancil) mati di tengah-tengah
jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka

>>gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli
mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu

>>gajah mati karena gadingnya
orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya)

>>gajah mati tulang setimbun
orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya

>>gajah seekor gembala dua
pekerjaan yang dikepalai (dipimpin) oleh dua orang

>>galas terdorong kepada Cina
sesuatu yang sudah terlanjur (tidak dapat dicabut kembali)

>>gali lubang tutup lubang
berutang untuk membayar utang yang lain

>>gamak-gamak seperti menyambal
hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

>>ganti (menggantikan) tikar (lepas bantal berganti tikar )
mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal

>>garam di kulumnya tak hancur
orang yang pandai menyimpan rahasia

>>garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga
laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

>>gayung bersambut, kata berjawab
menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang

>>gayung tua, gayung memutus
perkataan orang tua-tua biasanya benar

>>gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung
sangat dimuliakan

>>gelegar buluh
besar cakap, tidak berisi

>>geleng seperti patung kenyang
berjalan dengan sombong; congkak

>>gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan Mk
tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya

>>genting menanti putus, biang menanti tembuk
perkara yang hampir putus (selesai)

>>genting putus, biang menanti tembuk
perkara yang sudah putus (tidak boleh diubah lagi)

>>geruh tak mencium bau
kecelakaan datang tidak dengan memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)

>>getah terbangkit kuaran tiba
salah perhitungan atau rancangan

>>gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga
suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dsb) adakalanya bertengkar juga

>>gigi tanggal rawan murah
keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi

>>gula di mulut , ikan dalam belanga
sudah dalam kekuasaan kita

>>guru kencing berdiri, murid kencing berlari
kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)

>>habis beralur maka beralu-alu
jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, maka barulah dengan jalan kekerasan

>>habis geli oleh gelitik, (habis bisa oleh biasa)
(barang) yang kurang menyenangkan dsb akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan

>>habis manis sepah dibuang
sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb)

>>habis manis sepah dibuang
mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yang sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dari dirinya

>>habis manis sepah dibuang
setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan

>>habis miang karena bergeser
segala kesukaran (ketakutan, malu, dsb) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan

>>habis perkara, nasi sudah menjadi bubur
tidak ada gunanya dibicarakan lagi

>>habis umpan kerong tak dapat
usaha yang mendatangkan kerugian

>>hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua
budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang

>>hangat hangat tahi ayam
kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat

>>hangat-hangat (suam-suam) kuku
hangat (tentang air)

>>hangus tiada berapi, karam tiada berair
menderita kesusahan yang amat sangat

>>hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari
menolong orang pada waktu kesusahan

>>harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus
tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

>>harapkan guruh (guntur) di langit, air di tempayan ditumpahkan
mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

>>harimau ditakuti karena giginya
orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya

>>harimau mati karena belangnya
mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

>>harimau mati meninggalkan belang , gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama
orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

>>harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading
orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati

>>harimau mengaum takkan menangkap
orang yang mengancam dsb dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa

>>harimau menunjukkan belang nya
orang yang memperlihatkan kekuasaannya

>>harum menghilangkan bau
keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik

>>harum semerbak mengandung mala
perbuatan (jasa dsb) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik

>>hati (sebagai) baling-baling
tidak tetap pendirian

>>hati bagai - (- di atas bukit)
tidak tetap hatinya (pendiriannya)

>>hati bak serangkak dibungkus
orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

>>hati gajah sama dilapah , hati tuma (tungau) sama dicecah
laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

>>hati gajah sama dilapah, hati kuman (tungau) sama dicecah (dicecap)
perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit

>>hati gatal mata digaruk
sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yang tidak bersalah
*********************************************************************************************************19/07/10

_______________________________________________________________________________03/08/2010
>>hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan
tidak mau kalah dengan orang lain

>>hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai
orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai

>>hendak - air
memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
_______________________________________________________________________________03/08/2010


_______________________________________________________________________________04/08/2010
>>hendak hinggap tiada berkaki
ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya

>>hendak megah , berlawan lebih
makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya

>>hendak menangguk ikan, tertangguk batang
mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian

>>hendak menggaruk tidak berkuku
hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan

>>hendak mulia bertabur urai
jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir

>>hendak panjang terlalu patah
yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh

>>hendak terbang tiada -
hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana

>>hendak ulam pucuk menjulai (pucuk dicinta ulam tiba)
mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki

>>hidung dicium pipi digigit
kasih sayang yang semu, pura-pura saja

>>hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah
perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

>>hidung seperti dasun tunggal
bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang; mancung

>>hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong
orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri

>>hidup bertimba uang
hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)

>>hidup di ujung gurung orang
orang yang hidup melarat

>>hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

>>hidup dua muara
mempunyai dua macam mata pencaharian


>>hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa
pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat

>>hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing
perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong

>>hidup segan mati tak hendak
hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb)

>>hidup seperti musang
tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya

>>hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

>>hilang di mata di hati jangan
biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan

>>hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami
hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

>>hilang geli karena gelitik
kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan

>>hilang kabus , teduh hujan
telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb
_____________________________________________________________________________________________________________________04/08/2010


_____________________________________________________________________________________________________________________
>>hilang kilat dalam kilau
(kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb

>>hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang

>>hilang satu sepuluh gantinya
sekali-kali janganlah putus asa

>>hilang sepuh tampak senam
tampak kejahatannya; terbuka kedoknya

>>hilang tak bercari, lulus tak berselami
tidak dipedulikan lagi

>>hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya
hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

>>hilang tentu rimbanya, mati tentu kuburnya
hal atau perkara yang sudah tentu kesudahannya

>>hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
merasa malu, segan, dsb karena sudah berutang budi atau karena perkariban

>>hinggap bak langau , titik bak hujan
suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu

>>hitam , hitam gagak, putih, putih udang kapai; hitam , hitam bendi, putih, putih sadah
yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya

>>hitam , hitam gula jawa
hitam tetapi manis

>>hitam , hitam kereta api, putih-putih kapur sirih
jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya

>>hitam , hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang
barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

>>hitam bagai pantat belanga
sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

>>hitam di atas putih
dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dsb)

>>hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam
tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)

>>hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya
orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
__________________________________________________________________________________________________________17/12/2010


>>hitam sebagai kuali
sangat hitam

>>hitam seperti dawat
hitam berkilat-kilat

>>hitam tahan tempa, putih tahan sesah
tetap tidak berubah; tahan uji

>>hujan berbalik ke langit
orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dsb)

>>hujan berpohon, panas berasal
segala hal tentu ada sebabnya

>>hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri ( hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)
sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

>>hujan jatuh ke pasir
kebaikan yang tidak terbalas

>>hujan menimpa bumi
kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa

>>hujan panas - hari, senang susah - hidup
telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

>>hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

>>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung
orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

>>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung
orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

>>hulu malang pangkal celaka
asal suatu kecelakaan

>>hulu mujur pandai bertenggang (bertengkar), hulu baik pandai memakai
pandai hidup dan pandai bergaul

>>hutan sudah terambah , teratak sudah tertegak
pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

>>iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat
karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati

>>ibarat menegakkan benang basah
melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil; melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan

>>icak-icak tidak tahu,
pura-pura tidak tahu

>>ijuk tak bersagar lunak tak berbatu
seseorang yang tidak ada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang

>>ikan belum dapat, airnya sudah keruh
pelaksanaan kerja yg tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

>>ikan biar dapat, serampang jangan pokah
maksud sampai, perkakas pun tidak rusak

>>ikan biar dapat, serampang jangan pukah
biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yg merugikan

>>ikan di hulu, tuba di hilir
perbuatan yg sia-sia

>>ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga
biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga

>>ikan gantung, kucing tunggu
kesal melihat barang yg diingini, tetapi tidak mungkin didapat

>>ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan
bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yg belum pasti berhasil

>>ikan pulang ke lubuk
telah kembali ke tempat (asalnya) yg dicintainya

>>ikan seekor rusakkan ikan setajau; ikan sekambu rusak oleh ikan seekor
hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk

>>ikan terkilat, jala tiba
1 sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; 2 tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

>>ikhtiar menjalani untung menyudahi
orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)

>>ikut hati mati, ikut mata buta
jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

>>ikut hati mati, ikut rasa binasa
jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka

>>ilmu padi, makin berisi makin runduk
makin banyak pengetahuan makin rendah hati

>>inai tertepung kuku tanggal
sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dsb)

>>indah kabar dari rupa
berita yang tersebar biasanya lebih hebat daripada kenyataan yang sebenarnya

>>indah kabar dari rupa
biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya

>>indah kabar dari rupa
biasanya kabar lebih baik daripada keadaan yang sebenarnya

>>ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis
ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

>>ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi
ingin akan barang sesuatu, tetapi amat susah diperoleh

>>intan disangka batu kelikir
tidak pandai menghargai sesuatu; tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya

>>isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita
orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

>>itik berenang di laut (air), mati kehausan
menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan) memanfaatkan kekayaan yang ada

>>itik bertaji
sangat penakut, tetapi sombong

>>jadi abu arang
sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dsb)

>>jadi alas cakap
sebagai imbalan jasa yang telah dibuat

>>jadi bumi langit
menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan

>>jadi kain basahan
sudah menjadi miskin (hina); hilang kekayaannya (kemuliaannya dsb)

>>jadi mata telinga (jadi kaki tangan)
seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan

>>jahit sudah kelindan putus
telah selesai sama sekali

>>janda belum berlaki
gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan

>>jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting
jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

>>jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting
kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

>>jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis
hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

>>jangat liat kurang panggang
tidak dapat diajar

>>janji sampai, sukatan penuh
sudah sampai ajalnya

>>jaras dikatakan raga jarang
mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga

>>jatuh di atas tilam
mendapat kesenangan hidup

>>jatuh diimpit tangga
ditimpa kesukaran berturut-turut

>>jauh bau bunga , dekat bau tahi
sanak saudara yang bila jauh selalu terkenang, bila dekat selalu bertengkar

>>jauh berjalan banyak dilihat
kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

>>jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa
sudah berpengalaman banyak

>>jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal
apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

>>jauh di mata di hati jangan
biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan

>>jauh di mata, dekat di hati
bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat

>>jauh panggang dari api
tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya; tawaran yang jauh di bawah harga:

>>jauh panggang dari api
tidak kena; tidak benar (tentang jawaban, sindiran); banyak bedanya

>>jelatang di hulu air
sesuatu yang selalu menyusahkan

>>jerat halus kelindan sutra
tipu muslihat yang sangat halus

>>jerat semata bunda kandung
anak tunggal yang menjadi buah hati

>>jerih menentang boleh, rugi menentang laba
suka menolong

>>jika belalang ada seekor, jika emas ada miang
segalanya ada aturannya sendiri

>>jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau
orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

>>jika kasih akan padi , buanglah rumput
jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

>>jika langkah sudah terlangkahkan , berpantang dihela surut
suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

>>jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul
anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh

>>jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan (ditanjakkan)
menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud

>>jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yang berbahaya

>>jika tidak pecah ruyung , di mana boleh mendapat sagu
tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

>>jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga
jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

>>jikalau tidak berada-ada (ada berada, ada mengada), masakan tempua bersarang rendah
jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

>>jinak-jinak merpati
kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)

>>jiwa bergantung di ujung rambut
selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

>>jual sutra beli mastuli
kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik

>>jung pecah yu yang kenyang
jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung

>>jung satu, nakhoda dua
dua pemimpin dalam satu jabatan

>>Jw ki
sebagai banteng yang luka terkena senjata (tentang orang yang melawan atau mempertahankan diri dengan gigih)

>>kacang lupa akan kulitnya
tidak tahu diri; lupa akan asalnya

>>kadok naik junjung
orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)

>>kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut
berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)

>>kain basah kering di pinggang
miskin sekali

>>kain dalam lipatan
perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi

>>kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari
menceraikan istri tua dan mencari istri muda

>>kain pendinding miang, uang pendinding malu
segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir

>>kain sehelai berganti-ganti
perihal sangat miskin suami istri

>>kaki naik, kepala turun
selalu sibuk bekerja

>>kaki tertarung, inai padahannya (mulut terdorong, emas padahannya)
harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri

>>kaki untut dipakaikan gelang
memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk

>>kalah jadi abu , menang jadi arang
pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun

>>kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya
lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

>>kalau di bawah melompat, lalu di atas -
menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya

>>kalau getah meleleh, kalau daun melayang
dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

>>kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari
kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik

>>kalau kena tampar , biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut
jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

>>kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu
kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu

>>kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang
apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

>>kalau menampi jangan tumpah padinya
mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

>>kalau menampi jangan tumpah padinya
mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

>>kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri
orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

>>kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri
kalau pandai mengatur (menyusun dsb), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga

>>kalau pandai meniti buih , selamat badan sampai ke seberang
jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

>>kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi
kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

>>kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu

>>kapal besar ditunda jongkong
orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil

>>kapal satu nakhoda dua
satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

>>karam berdua basah seorang
dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum

>>karam berdua, basah seorang
dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum

>>karam sambal oleh belacan
mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi

>>karam tidak berair
mendapat bencana tanpa sebab

>>karena mata buta, karena hati mati
orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa

>>karena mulut bisa binasa
mendapat celaka karena perkataannya

>>karena nila setitik, rusak susu -
karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat

>>karena nila setitik, rusak susu sebelanga
hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk

>>karena pijat-pijat mati tuma
mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain

>>kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan
cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

>>kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan (sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan)
yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan

>>kata berjawab, gayung bersambut
balas kecaman dengan cepat dan tepat

>>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari
janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

>>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari
sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi

>>katak hendak jadi lembu
orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong

>>kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua
sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

>>ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun
seia sekata

>>ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak
tidak dapat terhindar dari bahaya

>>ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang
selalu sial

>>ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang
orang yang selalu sial

>>ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata
setengah-setengah, kepalang tanggung di dl menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

>>ke mana condong , ke mana rebah
pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan

>>ke mana dialih, lesung berdedak juga
sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga

>>ke mana kelok lilin , ke sana kelok loyang
tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

>>ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap
anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

>>ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya
suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

>>ke sawah berlumpur ke ladang berarang
tiap pekerjaan ada kesukarannya

>>ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang
mendapat untung dsb tidak dengan bersusah payah; tercapai maksudnya

>>ke sawah tidak berluluk , ke ladang tidak berarang
tidak mau bekerja; pemalas

>>kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

>>kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

>>kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan
ingin mendapat sebanyak-banyaknya

>>kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa (sudah tua terubah tidak)
segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya

>>kecil-kecil anak kalau sudah besar onak
anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dsb)

>>kecil-kecil cabai rawit
kecil tetapi ampuh (berani)

>>kecil-kecil cabai rawit
tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani, membahayakan)

>>kecil-kecil lada api (padi, kutuk)
kecil tetapi berani (pandai dsb)

>>kelam bagai malam dua puluh tujuh
suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

>>kelam disigi lekung ditinjau, Mk pb
segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

>>keledai hendak dijadikan kuda
orang bodoh hendak disamakan dengan orang pandai

>>kelekatu hendak terbang ke langit
hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin

>>keli dua selubang
seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang

>>kelihatan asam kelatnya
kelihatan sifatnya yang kurang baik

>>kelik-kelik dalam baju
musuh dalam selimut

>>keluar tak mengganjilkan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil)
hal (orang) yang tidak terpandang sedikit juga dalam masyarakat

>>kemiri jatuh ke pangkalnya
beroleh tempat yang pantas; kembali ke tempat asalnya

>>kena kecipuk orang -
terlibat dalam perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain

>>kena kelikir
berada di bawah kekuasaan seseorang

>>kena pedang bermata dua
amat sakit hatinya

>>kena sepak belakang
tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur

>>kendur menyusut, tegang memutus
dikatakan tentang cara memerintah atau mengurus sesuatu yang kurang baik, yaitu kelemahan yang menyebabkan kekacauan dan kekerasan yang menimbulkan kerusuhan

>>kenyang (banyak) makan garam
sudah berpengalaman dl hidup

>>kepak singkat, terbang hendak tinggi
kemampuan sedikit, cita-cita tinggi

>>kepala sama -, pendapat berlain-lainan
setiap orang berlainan pendapatnya

>>kepala sama bulu, pendapat berlain-lainan
setiap orang berlainan pendapatnya

>>kepala sama hitam (berbulu), pendapat berlain-lain
tiap orang berlain-lain pendapatnya

>>kera kena belacan
sangat gelisah (kurang senang dsb)

>>kera kena belacan
sangat gelisah (kurang senang dsb)

>>kera men-jadi monyet
sama saja halnya

>>kera menegurkan tahinya
membukakan kehinaan sendiri

>>kera menegurkan tahinya
membukakan kehinaan sendiri

>>kera menjadi monyet
sama saja

>>keras bagai batu, tinggi bagai bukit
tidak mau menurut perintah

>>keras ditakik, lunak disudu
segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan

>>kerat rotan , patah arang
telah putus sama sekali; tidak dapat didamaikan lagi

>>kerbau menanduk anak
hanya pura-pura saja; tidak dengan sungguh-sungguh

>>kerbau punya susu, sapi punya nama
seseorang yang membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian

>>kerbau runcing tanduk
orang yang telah terkenal kejahatannya

>>kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal
menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

>>kerbau turun berendam ki
waktu pukul lima petang

>>kerosok ular di rumpun bambu
tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang

>>kesat daun pimping
dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)

>>kesturi mati karena baunya
mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

>>ketahuan hina mulianya
mengetahui kedudukan yang sebenarnya

>>ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul
orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

**ki
tertawa dengan suara seperti batu berjatuhan dari gunung
**ki
menentang penguasa
**ki
semakin tua semakin baik (lebih enak dsb)
**ki
tertawa dengan suara seperti batu berjatuhan dari gunung

>>kicang-kecoh ciak
perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya

>>kilat di dalam kilau
ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dsb)

>>kini gatal besok digaruk
pertolongan yang datangnya terlambat

>>kita di pangkal merawal dia di ujung merawal
tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

>>kita semua mati , tetapi kubur masing-masing
lain orang lain pikirannya

>>kodok dapat bunga sekuntum
sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)

>>koyak tak berbunyi
melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang

>>kuat burung karena sayap
tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)

>>kuat ikan karena radai (kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit)
tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

>>kuat ketam karena sepit
seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

>>kuat sepit karena kempa
orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya

>>kucing pergi tikus menari
jika kepala (kantor, perusahaan, dsb) pergi bawahannya bersuka ria

>>kuda pelejang bukit
orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain

>>kudis menjadi tokak
perkara yang kecil menjadi besar

>>kuman beri bertali
melakukan sesuatu yang tidak mungkin

>>kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak
kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

>>kumbang tidak seekor (bunga tidak sekaki)
masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati

>>kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari
persetujuan (persahabatan dsb) harus dari kedua belah pihak datangnya

>>kuning oleh kunyit, hitam oleh arang
mudah dihasut atau dipuji

>>kura-kura (hendak) memanjat kayu
sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dsb)

>>kurang taksir , hilang laba
kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)

>>kurang-kurang bubur , lebih-lebih sudu (sudu yang lebih)
perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang; sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar

>>kusut diselesaikan, keruh diperjernih
perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik

>>laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
bersahabat sehidup semati

>>laba tertinggal, harta lingkap
tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis

>>labu dikerobok tikus
gadis yang bukan perawan lagi

>>ladang yang berpunya
perempuan yang sudah kawin

>>lading tajam sebelah
selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi

>>lagi ada jangan -, sudah habis baru -
sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

>>lagi lauk lagi nasi
semakin kaya, semakin banyak kenalan (sahabat)

>>lagi murah , lagi menawar (= makin murah , makin menawar) pb
makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

>>lain bengkak , lain bernanah
seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya

>>lain bengkak, lain menanah
lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

>>lain bengkak, lain menanah
lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

>>lain biduk , lain di galang
jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)

>>lain di mulut , lain di hati
yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

>>lain dulang lain kaki, lain orang lain hati
tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

>>lain gatal lain digaruk
lain yang ditanya lain yang dijawab

>>lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya

>>lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

>>lain padang lain belalang
tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

>>lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat
jawab yang berlainan dengan apa yang dinyatakan; yang diberikan berlainan dengan yang diminta

>>laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri

>>laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

>>laksana apung-apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi
orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

>>laksana bunga dedap , sungguh merah berbau tidak
orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

>>laksana jentayu menantikan hujan
sangat merindukan sesuatu (kekasih dsb)

>>laksana manau , seribu kali embat haram tak patah
menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat:

>>laksana mestika gamat
perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

>>lalu (lulus) ujung, lalu (lulus) kelindan
jika maksud yg utama sudah tercapai, maksud yg lain akan tercapai juga

>>lalu penjahit lalu kelindan
apabila daya upaya yang pertama telah berhasil, daya upaya yang lain pun akan lulus pula

>>lalu penjahit, lalu kelindan
kalau usaha yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil

>>lalu penjahit, lalu kelindan
kalau usahanya yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil

>>lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut
kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih

>>langkas buah pepaya
hal yang tidak mungkin; mustahil

>>lapuk oleh kain sehelai
dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang

>>laut budi tepian akal
seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

>>laut ditembak, darat kena
lain yang diperoleh dari yang diharapkan

>>laut ditimba akan kering
betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

>>laut madu berpantaikan sakar (gula)
perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya

>>laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

>>layang-layang putus talinya
seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

>>layar menimpa tiang
kawan menjadi lawan

>>lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai
lebih baik mati daripada menanggung malu

>>lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai
seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

>>lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan
suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya

>>lemak penyelar daging
memboroskan harta benda tuannya

>>lembut seperti buah bemban
tidak kaku

>>lempar batu sembunyi tangan
melakukan sesuatu (kegiatan dsb), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu

>>lempar batu sembunyi tangan
berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

>>lengan bagai lilin dituang
lengan yang indah bentuknya

>>lengan seperti sulur bakung
lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya

>>lepas bantal berganti tikar
seorang laki-laki kawin dengan saudara perempuan atau keluarga istrinya yang meninggal

>>lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya
lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi

>>lesung mencari alu
perempuan mencari laki-laki

>>lewat dari manis , masam, lewat dari harum, busuk
perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar

>>licin bagai belut
cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

>>licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang
sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam

>>lidah tak bertulang
mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yang berat adalah melaksanakannya

>>lihat anak pandang menantu
segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, maka baru dilakukan

>>lihat anak, pandang menantu
pekerjaan (hal dsb) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

>>limau masak sebelah, perahu karam sekerat
aturan (hukum dsb) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dsb, tidak sama rata:

>>lonjak bagai labu dibenam
orang yang sombong

>>lopak jadi perigi
naik derajat (orang miskin menjadi kaya dsb)

>>lubuk akal lautan (= tepian) ilmu (= budi)
sangat luas dan banyak pengetahuannya

>>lubuk dalam, si kitang yang empunya
setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

>>lubuk menjadi pantai, pantai menjadi lubuk
segala sesuatu tiada tetap

>>lulus jarum lulus kelindan
jika maksud yang satu sudah tercapai maksud yang lain dapat diharapkan tercapai pula

>>lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

>>lunak disudu, keras ditakik
yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas

>>lunak disudu, keras ditekik
waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

>>lunak disudu, keras ditekik
waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

>>lunak gigi dari lidah
sangat lemah lembut (merendahkan diri dsb)

>>lunak gigi dari lidah
lemah lembut

>>lupa kacang akan kulitnya
tidak tahu diri; lupa akan asalnya

>>lupak jadi perigi
naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya

>>lurus bagai piarit
orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat

>>lurus macam bendul
sangat jujur

>>mabuk agak-agak (kira-kira)
tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan

>>mabuk di enggang lalu
sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal

>>madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua
jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:

>>mahal - sukar dicari
sesuatu yang sukar didapat; jarang ada

>>mahal dibeli, sukar dijual, (atau mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta)
sesuatu yang sukar akan diperoleh

>>main kong kalingkong
menjalankan akal jahat untuk kepentingan diri sendiri; tidak jujur

>>makan bersabitkan
orang yg senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yg cukup, msl dr istri yg kaya dan pemurah

>>makan bubur panas-panas
terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

>>makan hati berulam jantung
dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati

>>makan hati berulam jantung
bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib

>>makan masak mentah
tidak membedakan halal dan haram

>>makan sudah terhidang, jamu belum jua datang
gadis yg telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yg datang meminangnya

>>makan upas berulam racun
orang yg dl kesusahan dan duka cita krn diliputi marabahaya yg besar

>>maksud bagai maksud manau
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>malam - embun, siang bertudung awan
tidak berumah (miskin sekali)

>>malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang
hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula

>>malang tak berbau
kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

>>malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih
nasib buruk tidak dapat dicari-cari

>>maling berteriak maling
mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang

>>malu berkayuh, perahu hanyut
kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan

>>malu bertanya sesat di jalan ( malu berdayung perahu hanyut; malu makan perut lapar)
kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

>>malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)
tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

>>malu tercoreng di kening (dahi)
mendapat malu besar

>>malu tercoreng pada kening
malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak

>>mana busuk yang tidak berbau
kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

>>mandi (berendam) tak basah
1 berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan; 2 tidak menaruh perasaan (belas kasihan)

>>mandi dalam cupak
serba tanggung (tidak cukup)

>>mandi sedirus
mendapat pujian yang belum pada tempatnya

>>manikam sudah menjadi sekam
tidak berguna lagi; tidak berharga lagi

>>manis daging
orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah

>>manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas -
segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

>>manis mulut nya bercakap seperti sa-utan manisan, di dalam bagai empedu
mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

>>manis seperti gula derawa, ( manis bagai gula jawa)
berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

>>manusia mati meninggalkan nama (harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading)
orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

>>manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan
ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan

>>manusia tahan kias , binatang tahan palu
mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

>>manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya
orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
>>mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah

seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

>>mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak
jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan

>>marah akan tikus rengkiang dibakar
krn takut (tidak suka dsb) pd sesuatu yg kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yg lebih besar dan berharga, yg melibatkan sesuatu yg kecil tsb

>>masak buah rumbia
perkara yang mustahil terjadi, atau yang tidak mungkin diperoleh

>>masak di luar mentah di dalam
orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat; mulut manis tetapi hati busuk

>>masak malam, mentah pagi (siang)
suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

>>masih berbau pupuk jeringau
masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan
tidak mendengarkan nasihat

>>masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak
menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan

>>masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri
tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

>>masuk lima keluar sepuluh
belanja yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)

>>masuk meliang penjahit keluar meliang tabuh
membelanjakan uang lebih banyak daripada pendapatan

>>masuk sarang harimau
terperangkap ke dalam suatu bahaya besar

>>masuk tak genap , keluar tak ganjil
orang yang tidak berharga dalam masyarakat

>>masuk tiga , keluar empat
pengeluaran lebih besar daripada pendapatan

>>mata
hinaan dsb yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

>>mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa pera-saan (seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul)
berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

>>mata tidur, bantal terjaga
seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

>>matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru
suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan

>>mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak
anak dan bapak wajib tolong-menolong

>>mati ayam, mati tungau
jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

>>mati berkafan cindai
mati dengan nama baik (terhormat)

>>mati dicatuk katak
orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

>>mati dikandung tanah
mati (dipendam di dalam tanah)

>>mati dikandung tanah
mati (dipendam di dalam tanah)

>>mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya
tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

>>mati ikan karena umpan mati sahaya karena budi
, pb manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis

>>mati kuang karena bunyi
mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri

>>mati kuau karena bunyinya
mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

>>mati puyuh hendakkan ekor
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>mati rusa karena tanduknya
sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan

>>mati se ladang
beristri seorang saja

>>mati semut karena gula (manisan)
orang yang mendapat bencana (tertipu dsb) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

>>mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk
sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yang tidak baik karena perbuatan itu

>>mati-mati - biar licin
setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

>>mati-mati berdawat biar hitam (mati-mati mandi biar basah)
tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya

>>mati-mati mandi biar basah
jangan kepalang tanggung

>>mayang menolak seludang
melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

>>melakak kucing di dapur
berbuat aniaya dengan cara yang mudah

>>melanggar benang hitam
melanggar pantangan; melanggar adat resam

>>melangkahi ular
melakukan sesuatu yang berbahaya

>>melanting menuju tampuk
setiap usaha ada maksudnya

>>melanting menuju tampuk, berkata menuju benar
dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

>>melarat panjang
selalu dalam kesengsaraan

>>melekatkan kersik ke buluh
melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia

>>meletakkan api di bubungan
sengaja mencari bahaya

>>melonjak gerundang
meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya

>>meludah ke langit, muka juga yang basah
melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

>>melukut di tepi gantang
perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

>>melukut tinggal sekam melayang
yang baik tetap, yang buruk akan hilang

>>melulur bersetungging
mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dsb)

>>memagar diri bagai aur
hanya memikirkan diri sendiri

>>memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka
mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya

>>memakan habis-habis , menyuruh hilang-hilang
jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya

>>memakuk dengan punggung lading
sangat menyakiti hati orang

>>memalit rembes menampung titik
biar sedikit diterima juga

>>memalit rembes menampung titik
biar sedikit diterima juga

>>memancing dalam belanga
mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)

>>memancing di air keruh
mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau

>>memancing di air keruh
mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau

>>memanjat bersengkelit
belum berpengalaman

>>memanjat bersengkelit
belum berpengalaman

>>memanjat dedap
menekat (karena terpaksa)

>>memanjat dedap
menekat (karena terpaksa)

>>memanjat terkena seruda
mendapat rintangan dalam usahanya

>>memanjat terkena seruda
mendapat rintangan dalam usahanya

>>memasang pelita tengah hari
menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi

>>memasukkan minyak tanah
menghasut

>>membalik-balik mayat di kubur
menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

>>membandarkan air ke bukit
mengerjakan sesuatu dengan sia-sia

>>membangkit batang terendam
mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan; mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan

>>membangkit batang terendam
mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

>>membasuh najis dengan malu
membuang malu dengan jalan yang lebih hina

>>membawa lapik
tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

>>membawa lapik
tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

>>membawakan cupak ke negeri orang
memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang

>>membayarkan nyawa ki
mengorbankan nyawa

>>membekali budak lari
dua kali merugi

>>membeli kerbau bertuntun
membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu; kawin dengan gadis yang belum dikenal

>>membeli kerbau di padang
membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya

>>memberi lauk kepada orang membantai
memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)

>>membesarkan kerak nasi
menambah-nambah belanja yang tidak perlu

>>membuang bunga ke jirat
membuang-buang tenaga (uang, waktu, dsb) dengan sia-sia

>>membuang bunga ke jirat
berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi

>>membuang garam ke laut
melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)

>>membuang garam ke laut
pekerjaan yang sia-sia belaka

>>membuat titian berakuk
memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

>>membuat titian berakuk
memakai tipu muslihat untuk mencelakakan orang

>>membuka tambo lama
membangkit-bangkit perkara yang sudah-sudah

>>membungkus tulang dengan daun talas
menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati

>>memegang besi panas
melakukan sesuatu dengan selalu diliputi khawatir dan takut

>>memepas dalam belanga
mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman) sendiri

>>memerah santan di kuku
mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali

>>memikul di bahu , menjunjung di kepala
mengerjakan sesuatu menurut aturan

>>meminta tanduk kepada kuda
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin didapat

>>memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam
memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

>>mempertinggi semangat anjing
memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

>>mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena
sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

>>menabur (menanam) biji atas batu
sia-sia belaka, seperti memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan

>>menabur bijan ke tasik
sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)

>>menahan jerat di tempat genting
mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

>>menahan lukah di penggentingan
mencari untung pada waktu ada kerusuhan dsb

>>menaikkan air ke gurun
melakukan pekerjaan yang sukar sekali

>>menaikkan bandar sondai
melakukan pekerjaan yang sukar

>>menambak gunung menggarami laut
memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya

>>menambak gunung menggarami laut
memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya

>>menambak gunung, menggarami air laut
memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu

>>menambak ke laut
pekerjaan sia-sia

>>menambak ke laut
pekerjaan sia-sia

>>menambat tidak bertali
pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

>>menambat tidak bertali
pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

>>menampalkan kersik ke buluh
menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

>>menampalkan kersik ke buluh
menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

>>menanam mumbang
mengharapkan sesuatu yang mustahil; melakukan sesuatu yang sia-sia

>>menangguk di air keruh
mencari keuntungan dsb ketika ada kekacauan (perselisihan dsb)

>>menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air
perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya

>>menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air
perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya

>>menanti putih gagak hitam
mengharap sesuatu yang tidak mungkin didapat

>>menantikan ara tak bergetah
mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi

>>menantikan kuar bertelur
mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh

>>menantikan kucing bertanduk
mengharapkan sesuatu yang mustahil

>>menari (merentak) di ladang orang
bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

>>mencabik baju di dada
menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain

>>mencabik baju di dada
membuka rahasia kaum keluarga sendiri

>>mencampakkan batu ke luar
lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri

>>mencari belalang atas akar
pekerjaan yang sia-sia

>>mencari jejak dalam air
melakukan perbuatan yang sia-sia

>>mencari kutu dalam ijuk
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mencari lantai terjungkat
mencari-cari kesalahan orang

>>mencari umbut dalam batu
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mencari yang sehasta sejengkal
menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat

>>mencencang berlandasan, melompat bersetumpu
jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat sebagai syaratnya

>>mencencang berlandasan, melompat bersetumpu (bertumpuan)
jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

>>mencencang lauk tengah helat
membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak

>>mencencangkan lading patah
membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali

>>mencit seekor, penggada seratus
berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dsb):

>>menconteng arang di muka
memberi malu

>>mencungkil kuman dengan alu
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mendabih menampung darah
sangat tamak

>>mendabih menampung darah
sangat tamak

>>mendapat (beroleh) hidung panjang
mendapat malu atau kecewa

>>mendapat badai tertimbakan
mendapat untung yang tidak disangka-sangka

>>mendapat panjang hidung
mendapat malu

>>mendapat pisang berkubak
mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah

>>mendapat runut ,
mendapat keterangan tentang suatu perkara yang sedang diusut

>>mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi
suka duka sama-sama dipikul

>>mendapat tebu rebah
mendapat untung tanpa bersusah payah

>>mendapati tanah terbalik
mendapati mayat sudah terkubur

>>mendebik mata parang
menentang orang yang berkuasa

>>mendukung biawak hidup
melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dsb) yang sangat menyusahkan

>>menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk
setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

>>menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk
setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

>>menebas buluh serumpun
merusak seluruh nama keluarga:

>>menegakkan benang basah
melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan

>>menegakkan juek-juek sesudah menyabit
sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya

>>menegakkan sumpit tak berisi
perbuatan yang sia-sia belaka

>>menempong menuju jih
langsung mengenai sasarannya (maksudnya)

>>menempong menuju jih
langsung mengenai sasarannya (maksudnya)

>>menengadah ke langit hijau
tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

>>menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai
pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

>>menepak nyamuk menjadi daki
melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik

>>menepik mata pedang
melawan orang yang berkuasa

>>mengadu buku jari (mengadu buku lima)
bertinju; berkelahi

>>mengadu buku lidah
berbantah; bertengkar mulut

>>mengail berumpan, berkata bertipuan
kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

>>mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan
mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

>>mengairi sawah orang
menguntungkan orang lain

>>mengais dulu maka makan
baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

>>mengais dulu maka makan
baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

>>mengajar orang tua makan dadih
mengajar orang yang lebih pandai

>>mengambil bungkal kurang
merasa tersinggung oleh perkataan orang lain

>>mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih
mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

>>mengaut laba dengan siku
selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya

>>mengebat erat-erat, - mati-mati
apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya

>>mengebat erat-erat, membuhul mati-mati
membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna

>>mengegungkan gung pesuk
membanggakan kekayaan (kemuliaan) masa lampau

>>mengembalikan manikam ke dalam cembulnya
memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan

>>mengembang ketiak amis
menceritakan keburukan kaum keluarga sendiri

>>mengepit daun kunyit, Mk pb
memuji-muji diri sendiri

>>mengepit kepala harimau
menakut-nakuti orang lain

>>menggali lubang menutup lubang
meminjam uang untuk membayar utang

>>menggantang anak ayam
melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan

>>menggaut laba dengan siku
selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu

>>menggenggam erat membuhul mati
memegang janji (putusan, nasihat, dsb) erat-erat

>>menggenggam tiada tiris
sangat menghemat

>>menggeriak bagai anak nangui
orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

>>menggolek batang terguling
melakukan pekerjaan yang mudah

>>menggunting dalam lipatan
mencelakakan kawan (saudara dsb) sendiri

>>menggunting dalam lipatan
mencelakakan kawan sendiri

>>menghadapkan bedil pulang
merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

>>menghambat kerbau berlabuh
mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang

>>menghapus(kan) arang di muka
menghilangkan malu

>>menghasta kain sarung
perbuatan yang sia-sia

>>menghendaki urat lesung
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin

>>mengisap (mencarak, mencucup) benak
terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)

>>mengisi gantang pesuk
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mengisi perian bubus
pekerjaan yang sia-sia

>>mengorek lubang ulat
sengaja mencari lantaran bertengkar

>>menguak-nguak bagai hidung gajah
bernapas terengah-engah

>>mengukir langit
mengerjakan sesuatu yang sia-sia

>>mengukur baju di badan sendiri
menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri

>>mengungkit batu di bencah
melakukan pekerjaan yang sukar

>>mengunyah orang bergigi
mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

>>mengusir asap, meninggalkan api
mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting

>>menimbang sama berat
menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah

>>menjalankan jarum halus
mengenakan tipu muslihat yang lain

>>menjangkau sehabis tangan
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud

>>menjaring angin
perbuatan yang sia-sia belaka

>>menjemur bangkai ke atas bukit
memperlihatkan cela (air, cacat) sendiri

>>menjilat air liur
berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela; menarik kembali ucapan (janji dsb) yang pernah dikatakan

>>menjilat keluan bagai kerbau
sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

>>menjilat ludah
menarik kembali apa yang telah diucapkan

>>menjolok sarang tabuhan
sengaja mencari bahaya atau kesusahan

>>menjolok sarang tabuhan
berbuat sesuatu yang mendatangkan bahaya

>>menjual bedil kepada lawan
mencelakakan diri sendiri

>>menjual petai hampa
membual; beromong kosong

>>menjunjung -, mencencang berlandasan
jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dengan lengkap

>>menjunjung sangkak ayam
mendapat malu besar

>>menohok kawan seiring
mencelakakan kawan sendiri

>>menohok kawan seiring , menggunting dalam lipatan
mencelakakan teman sendiri

>>mensiang yang baru dicari, kampil 'lah sudah dahulu
rundingan baru akan dimulai, tetapi keputusannya telah diambil terlebih dahulu

>>menumbuk di lesung , bertanak di periuk
adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya

>>menumbuk di periuk , bertanak di lesung
melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan

>>menunggu angin lalu
menunggu dengan sia-sia

>>menunggu laut kering
pekerjaan yang sia-sia

>>menunjukkan ilmu kepada orang menetak
nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

>>menyandang lemang hangat orang
menderita akibat perbuatan orang lain

>>menyandang lukah tiga
melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat

>>menyanyikan lagu lama (kuno)
mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang

>>menyauk keringmenyaukkering, membeli habismenyaukhabis
jika menyelidiki (menuntut ilmu dsb), hendaknya sedalam-dalamnya

>>menyeladang bagai panas di padang
suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

>>menyeladang bagai panas di padang
suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah
(persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

>>menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah
(persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

>>menyenduk kuah dalam pengat
pekerjaan yang sia-sia saja

>>menyinggung mata bisul orang
mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang

>>menyisip padi dengan ilalang
mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

>>menyukat penuh sudah
sudah habis kesabaran

>>menyurat di atas air
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>menyuruk di balik lalang sehelai (menyuruk di balik lumbung)
menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang

>>menyuruk hilangmenyurukhilang, memakan habismenyurukhabis
menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

>>merah padam muka nya
marah sekali

>>meraih pekung ke dada
sengaja mencari kesusahan (malu dsb)

>>meraih pekung ke dada
sengaja mencari malu atau bencana

>>merajuk kepada yang kasih (sayang)
sesuatu yang tidak mungkin terjadi

>>merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul
pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

>>merapat sambil berlayar ( berlayar sambil memapan)
sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

>>merawal memulang bukit, cerana menengah kota
sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

>>merdesa (di) perut kenyang
adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya

>>merebus tak empuk
tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati

>>meremas santan di kuku
meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)

>>miang tergeser kena miang , terlanggar kena rabasnya
dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya

>>minta dedak kepada orang mengubik
minta pertolongan dsb kepada orang yang tidak punya

>>minta pucuk pada alu (= menghendaki pucuk alu)
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>minta sisik pada limbat
menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

>>minum darah orang
banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya

>>minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah
hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak

>>minyak dengan air adakah (bolehkah) bercampur? ( minyak dan air masa sama)
orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

>>minyak duyung perendang duyung ( minyak kita jua yang digorengkannya)
seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

>>minyak habis sambal tak enak
dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dalam perjodohan anak dengan menantu

>>misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang
rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

>>monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?
tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

>>mu-rah di mulut mahal di timbangan
mudah mengatakan, tetapi sukar melakukannya

>>mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak
pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pada yang miskin segalanya susah

>>mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang
tentang usaha yang mendapat rintangan dari kiri dan kanan namun diteruskan juga

>>mujur Pak Belang
untung-untungan; jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama

>>mujur sepanjang hari malang sekejap mata
jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat

>>mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak
tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian

>>muka bagai ditampar dengan kulit babi
hal orang yang tidak tahu malu; seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang

>>muka licin, ekor berkedal
lahirnya tampak baik, tetapi batinnya jahat

>>mulut bagai ekor ayam diembus
seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

>>mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak
rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup

>>mulut bau madu, pantat bawa sengat
mulut manis, tetapi hati busuk

>>mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak ( mulut manis hati berkait)
manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya

>>mulut kamu, harimau kamu
keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri

>>mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak
rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain

>>mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap
jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

>>mulut manis mematahkan tulang
perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

>>mulut satu lidah bertopang
perkataan berbeda dengan isi hati

>>mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)
perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

>>mulut terdorong, emas padahan nya,
pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

>>mulut terdorong, emas padahan nya,
pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

>>mumbang ditebuk tupai
dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak

>>mumbang jatuh kelapa jatuh
semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dsb)

>>murah di mulut, mahal di timbangan
banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati

>>musang berbulu ayam
orang jahat berlaku sebagai orang baik

>>musang terjun, lantai terjungkat
terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

>>musim kemarau menghilirkan baluk
melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

>>musuh dalam selimut
musuh yang amat dekat (dari lingkungan keluarga sendiri dsb)

>>musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan
jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut

**n
ikan bawal hitam
**n
kegemparan
**n
barang-barang yang sudah rusak sama sekali; rombengan; rongsokan

>>nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati
berbuat sekehendak hati sendiri

>>napas tidak sampai ke hidung
sibuk sekali

>>nasi - tidak termakan
tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya; belum menjadi rezekinya

>>nasi sudah menjadi bubur
perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi

>>neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan
pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

>>neraca yang palingan, bungkal yang piawai
sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

>>nibung bangsai bertaruk muda
orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda

>>ningan, dipakai untuk bumbu atau obat; laos;
lihat

>>nyamuk mati gatal tak lepas
menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

>>nyawa bergantung di ujung kuku
dalam keadaan yang sulit dan berbahaya

>>obat jauh penyakit hampir
dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan; berada dalam kesukaran

>>ombak nya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan
telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

>>ombak yang kecil jangan diabaikan
perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

>>orang - beranak tak boleh disuruh
pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi

>>orang berdendang di pentas nya
orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya

>>orang berdendang di pentasnya
orang berkuasa di rumahnya masing-masing

>>orang berdendang di pentasnya, orang beraja di hatinya
menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

>>orang dahaga diberi air
menolong orang yang kesusahan; memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya

>>orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi
mendapat apa yang sangat diinginkan

>>orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba
orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja

>>orang mengantuk disorongkan bantal
memperoleh apa yang diinginkannya

>>orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan
(untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

>>orang pembuat periuk, bertanak di tembikar
yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

>>orang penggamang mati jatuh
siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

>>orang terpegang pada hulu nya, awak terpegang pada matanya
dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

>>orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang
kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

>>orang tua diajar makan pisang
orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

>>pacet hendak menjadi ular
orang hina (miskin) berlaku sebagai orang besar (kaya); berharapkan yang bukan-bukan

>>padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan
demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

>>padi dikebat dengan daunnya
mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri

>>padi masak, jagung mengupih
keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda

>>padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati
kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

>>padi sekapuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang
seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

>>padi selumbung dimakan orang banyak
penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

>>pagar makan padi
orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

>>pagar makan tanaman
orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya

>>pahit dahulu, manis kemudian
hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

>>paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka
sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)

>>panas setahun dihapuskan hujan sehari
kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja

>>panas tidak sampai petang
bertambah susah

>>pandai - air
pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

>>pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan
menyelidiki sesuatu secara teliti

>>pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan
memeriksa dengan teliti

>>panjang langkah singkat permintaan
sampai ajalnya

>>pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan
tiada orang yang mau dihinakan

>>parang gabus menjadi besi
orang yang lemah menjadi orang yang kuat

>>pasang masuk muara
lalu lalang saja (tentang perkataan)

>>pasar jalan karena diturut, lancar kaji karena diulang
orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu

>>patah batu hatinya
hilang sama sekali kemauannya

>>patah kemudi dengan bam nya
putus harapan; tidak ada harapan sama sekali

>>patah kemudi dengan ebamnya
sudah tidak ada harapan lagi

>>patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati
tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

>>patah sayap bertongkat paruh
tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

>>patah selera banyak makan
pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

>>patah tongkat berjeremang ( patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan)
terus berusaha (bekerja) dengan tidak putus asa

>>patah tongkat berjeremang (bertelekan)
terus berusaha (tidak pernah putus asa)

>>patah tongkat berjermang
pada keadaan bagaimanapun harus terus berusaha dengan giat, jangan sekali-sekali putus asa

>>patah tumbuh hilang berganti
yang hilang (mati) selalu ada penggantinya

>>patah tumbuh hilang berganti
seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

>>payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi
setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

**pb
orang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya curang

**pb
perkataan (nasihat dsb) yang sia-sia

>>pecah anak buyung, tempayan ada
tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

>>pecah buyung tempayan ada
tidak akan kekurangan perempuan (yang akan diambil untuk istri)

>>pecah kapi , putus suai
tidak dapat diperbaiki lagi; menderita malu yang bertubi-tubi

>>pecah menanti sebab, retak menanti belah
sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam

>>pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik
sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

>>pejatian awak, kepantangan orang
berselisih pendapat dengan orang banyak

>>pekak pembakar meriam
tiap-tiap orang ada gunanya

>>pelanduk di cerang rimba ( pelanduk di dalam cerang)
sangat gelisah ketakutan

>>pelanduk di dalam cerang (di cerang rimba)
kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dsb)

>>pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk
orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

>>pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk
sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

>>pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak
ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati

>>pelesit dua sejinjang
perempuan yang bersuami dua

>>pencarak benak orang
orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim

>>pendekar elak jauh
orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam,

>>pengaduan berdengar, salah bertimbang
keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa

>>pengayuh sama di tangan, perahu sama di air
tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

>>pepat di luar, rancung (pancunya) di dalam
baik (suci dsb) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

>>pepat kuku seperti bulan tiga hari
amat elok bentuk atau tokohnya

>>perahu bertambatan, dagang bertepatan
usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

>>perahu papan bermuat intan
sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

>>perahu sudah di tangan, perahu sudah di air
sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

>>perang bermalaikat, sabung berjuara
Tuhanlah yang menentukan kalah menang

>>perang bermalaikat, sabung berjuara
Tuhanlah yang menentukan kalah menang

>>pergi tempat bertanya, pulang tempat - (berkenaan dengan orang cerdik pandai)
jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

>>perkawinan tempat mati
perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

>>permata lekat di pangkur
tidak pada tempatnya

>>perut panjang sejengkal
merasa kecewa (tidak senang)

>>pijat-pijat menjadi kura-kura
orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar

>>pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

>>pikir itu pelita hati
menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana

>>pilih-pilih ruas, terpilih pada buku
karena terlampau menghendaki yang baik, akhirnya mendapat yang buruk

>>pilih-pilih ruas, terpilih pada buku (terkena buku buluh)
mendapat yang buruk karena terlalu memilih

>>pinang pulang ke tampuk nya
sudah pada tempatnya; sudah cocok benar

>>pinggan tak retak nasi tak dingin
cermat dalam melakukan suatu pekerjaan

>>pipinya sebagai pauh dilayang
pipinya amat elok

>>pipit menelan jagung
mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dsb)

>>pipit pekak makan berhujan
sangat rajin

>>pisang tidak - dua kali
nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali

>>potong hidung rusak muka
orang yang berbuat kurang baik terhadap keluarga sendiri akan beroleh malu juga

>>potong hidung rusak muka
perbuatan kurang baik pada kaum keluarganya sendiri sehingga dia sendiri juga mendapat malu

>>pucat seperti mayat
sangat pucat, pucat pasi

>>pucuk dicinta ulam tiba (hendak ulam pucuk menjulai)
mendapat sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan

>>pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga
orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

>>pucuk layu disiram hujan
orang susah mendapat kesenangan

>>pukat terlabuh, ikan tak dapat
pekerjaan yang sia-sia belaka

>>pukul anak menyindir menantu
mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan-perkataan itu ditujukan kepada orang lain

>>pukul anak sindir menantu
mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain

>>pukul anak, sindir menantu
menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain

>>pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam
sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

>>punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga
sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

>>punggur rebah belatuk menumpang mati
jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dsb) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

>>punggur rebah, belatuk menumpang mati
bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

>>pusat jala pumpunan ikan
(menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan); pusat pemerintahan

>>putih tapak nya lari
berlari cepat (karena ketakutan)

>>putus kelikir , rompong hidung
sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali

>>puyu di air jernih
hidup dalam kesenangan

>>ragang gawe
memperkosa wanita

>>raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah
raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci

>>rajin mengais tembolok berisi
kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah

>>ramai beragam , rimbun menyelara
setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing

>>rambut sama hitam hati masing-masing
tiap-tiap orang mempunyai pendapat yang berlainan

>>rambut sama hitam, hati masing-masing
setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing

>>rasa tak mengapa hidung dikeluani
orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga

>>rasam minyak ke minyak, rasam air ke air
orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing

>>rebung tak miang , bemban pula miang
orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri

>>rebung tidak jauh dari rumpun
tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya

>>redup atau panas keras
hidup atau mati; untung-untungan

>>rentak sedegam, langkah sepijak
seia sekata; mufakat

>>retak menanti belah
perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dsb)

>>retak menanti belah
perkara kecil yang mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dsb)

>>retak-retak mentimun
retak halus-halus di luar saja

>>rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit)
setiap orang ada keuntungannya masing- masing

>>rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka
jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

>>ringan sama dijinjing, berat sama dipikul
persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

>>rongkong menghadap mudik
mudah mendapat rezeki

>>rugi menentang laba, jerih menentang boleh
supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

>>rumah gedang ketirisan
istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami

>>rumah sudah, tukul berbunyi
memajukan keterangan dsb sesudah perkara diputuskan

>>rumah terbakar tikus habis ke luar
1 uang habis, tetapi yg dikehendaki tidak diperoleh; 2 apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain

>>rumput mencari kuda
perempuan yang mencari laki-laki

>>runcing tanduk
sudah terkenal kejahatannya

>>runcing tanduk (bengkak kening)
sudah terkenal jahatnya

>>rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati
terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat

>>rupa harimau, hati tikus
kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut

>>rusak anak oleh menantu
orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya

>>rusak bangsa oleh laku
biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang

>>rusak bawang ditimpa jambak
menjadi celaka karena perbuatan (kawan) sendiri

>>rusak tapai karena ragi
usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya

>>sabung selepas hari petang
untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir):

>>sakit kepala panjang rambut
pura-pura sakit kepala

>>sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan
lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

>>sakit menimpa, sesal terlambat
sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

>>salah cotok melantingkan
jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya

>>sama lebur sama binasa
bersahabat sehidup semati

>>sama merah, dalam hati (ditail) sama berat
sudah cocok benar (tentang suami istri)

>>sambil berdendang biduk hilir
melakukan dua pekerjaan bersama-sama (sekaligus)

>>sambil berdiang nasi masak
sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai

>>sambil menyelam minum air
mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam waktu yang bersamaan

>>sambil menyeruduk (menyuruk) galas lalu
sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai

>>sampah itu di tepi juga
orang yang hina biasanya tidak diindahkan orang

>>sampai titik darah yang penghabisan
sampai meninggal

>>sampan ada pengayuh tidak
hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

>>sampan rompong, pengayuh sompek
perkara yang tidak dapat diharapkan lagi; harapan hampir musnah

>>samun sakar berdarah tangan
setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan

>>sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan
sangat teliti (dalam pemeriksaan)

>>satu juga gendang berbunyi
tidak berubah; selalu sama saja

>>satu nyawa , dua badan
sehidup semati

>>satu sangkar dua burung
dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki

>>sauk (menyauk) air mandikan diri
hidup dengan usahanya sendiri

>>sawah berpematang (berpiring) ladang berbintalak
segala sesuatu ada batasnya

>>sayap singkat, terbang hendak jauh
hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

>>sbg anai-anai bubus
berduyun-duyun atau berkerumun banyak sekali

>>se hina semalu
seia sekata; senasib

>>searah bertukar jalan
sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya

>>sebab buah dikenal pohonnya
dari perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya

>>sebagai aur dengan rebung
sangat karib (tentang persahabatan)

>>sebagai ayam diasak malam
tidak berdaya lagi

>>sebagai bisul hampir memecah
menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)

>>sebagai dawat dengan kertas
pasangan yang sesuai benar

>>sebagai di rumah induk bako
merasa senang dan aman

>>sebagai duri landak
kecil dan runcing (tentang jari)

>>sebagai garam dengan asam
sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh

>>sebagai kepiting batu
sangat kikir

>>sebagai kera dapat canggung
merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

>>sebagai kera dapat canggung
merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

>>sebagai kunyit dengan kapur
mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)

>>sebagai minyak dengan air
tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dsb)

>>sebagai orang mabuk gadung
rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit

>>sebagai pancang diguncang arus
orang yang tidak tetap pendiriannya

>>sebagai petai sisa pengait
tidak berguna sama sekali

>>sebagai sadur menimbul(kan) senam
kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya

>>sebaik-baiknya hidup teraniaya
sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

>>sebelum ajal berpantang mati
sebelum tiba waktunya tidak akan mati

>>sebelum ajal berpantang mati
sebelum tiba waktunya tidak akan mati

>>sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena
perkara yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan

>>sebuah lesung ada seekor ayam jantannya (atau pemimpinnya)
tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

>>sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang
jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga

>>seciap bak ayam, sedencing bak besi
seia sekata

>>secupak tak jadi segantang
sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah lagi

>>sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang
sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur

>>sedap dahulu pahit kemudian
bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan

>>sedatar saja lurah dengan bukit
menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dsb

>>sedia payung sebelum hujan
bersiap sedia sebelum terjadi yang kurang baik

>>sedikit hujan banyak yang basah
kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar

>>seekor kerbau berkubang , sekandang kena luluknya
seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)

>>seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur
seorang berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yang buruk

>>segala senang hati
sangat senang

>>segan (malu) mengayuh perahu hanyut
kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya

>>segan bergalah hanyut serantau
karena segan berusaha akhirnya merugi besar

>>segan bergalah hanyut serantau
jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana

>>segar dipakai, layu dibuang
sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja

>>segenggam digunungkan, setitik dilautkan
sangat dihargai

>>sehabis kelahi teringat silat
sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, baru teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya

>>sehari selembar benang , lama-lama menjadi sehelai kain
pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga

>>sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain
hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga

>>sehina semalu
seia sekata; senasib

>>seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin
dua orang yang sejodoh benar

>>seikat bagai sirih , serumpun bagai serai
seia sekata; sehina semalu; bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

seiring
>>seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut
kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya

>>sejak dunia terkembang,
mulai zaman dulu; sudah lama sekali

>>sejak mencecah bumi,
sejak kecil

>>sekali merengkuh dayung , dua tiga pulau terlampaui
sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai

>>sekam menjadi hampa berat
tidak akan merugikan sedikit jua

>>sekebat bagai sirih
sepakat dalam perkumpulan (rapat)

>>sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut
dari sedikit menjadi banyak; perkara yang kecil dibesar-besarkan

>>sekerat ular sekerat belut
orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

>>sekudung limbat, sekudung lintah
tidak tetap pendiriannya

>>selama gagak hitam, selama air hilir
selama-lamanya

>>selama hayat dikandung badan
selama masih hidup

>>selama hayat dikandung badan
selama (masih) hidup

>>selama hayat dikandung badan
selama masih hidup

>>selama hujan akan panas jua
sehabis kesusahan, akhirnya akan datang juga waktu yang baik

>>selama sipatung mandi
sebentar sekali

>>selangkas betik berbuah
waktu yang singkat

>>selapik seketiduran
sangat akrab (tentang persahabatan)

>>seliang bagai tebu , serumpun bagai serai
seia sekata; rukun

>>seludang menolakkan mayang
memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dsb)

>>semanis manis gula ada pasir di dalamnya (manissemanismanis gula berpasir jua, sepahitsemanispahit jadam menjadi obat)
bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

>>sembunyi tuma (kepala tersuruk) ekor kelihatan
merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak

>>sembunyi tuma kepala tersuruk, ekor kelihatan
menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

>>semisal udang dalam tangguk
sedang dalam kesusahan (kesukaran)

>>semua berasnya
memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dsb)

>>semua berasnya
memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dsb)

>>semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan ( semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga)
perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)

>>sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat
karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain

>>sendok besar tak mengenyang
tidak ada buktinya

>>sendok dan periuk lagi berantuk ( sendok dengan belanga lagi berlaga)
sahabat baik (suami istri dsb) adakalanya berselisih juga

>>senjata makan tuan
sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri

>>seorang budiseorangbudian, seorang tabung seruas
dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)

>>seorang ke hilir seorang ke mudik
tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb

>>seorang makan cempedak , semua kena getahnya
seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

>>seorang makan nangka , semua kena getahnya
seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

>>sepala-pala mandi biarlah basah
mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

>>sepandai-pandai - yang busuk berbau juga
perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga

>>sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga
sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga

>>sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga
sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga

>>sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal (terjatuh) juga
sepandai-pandai seseorang, ada kalanya berbuat salah (keliru) juga

>>sepanjang tali beruk
terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang)

>>sepasin dapat bersiang
mendapat keuntungan tidak dengan sengaja

>>sepenggalah matahari naik
alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00

>>seperti air basuh tangan
sesuatu yang mudah didapat

>>seperti antan pencungkil duri
pekerjaan atau usaha yang sia-sia

>>seperti api dalam sekam
hal-hal tidak baik yang tidak tampak

>>seperti api makan (di dalam) sekam
perasaan cinta kasih (dendam dsb) yang tersembunyi

>>seperti batang mengkudu , dahulu dengan bunga
perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu

>>seperti baung dipukul,
menjerit-jerit

>>seperti Belanda kesiangan
orang yang meniru-niru sikap Belanda (pada zaman penjajahan)

>>seperti Belanda minta tanah
perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya

>>seperti Belanda minta tanah , diberi kuku hendak menggarut
apabila seseorang diberi sedikit, ia mengajukan lebih banyak lagi

>>seperti belut pulang ke lumpur
kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)

>>seperti beranak besar hidung
perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

>>seperti bertih direndang
berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dsb)

>>seperti biji saga rambat di atas talam
tidak berpendirian tetap; selalu berubah

>>seperti birah dengan keladi
hampir sama

>>seperti birah tidak berurat
sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dsb)

>>seperti birah tumbuh di tepi lesung
lekas subur (besar)

>>seperti bisai makan sepinggan
berpatutan (sesuai) benar

>>seperti buah bemban masak
air mata yang jatuh berderai-derai

>>seperti buah kedempung , di luar berisi di dalam kosong
orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

>>seperti bujuk lepas dari bubu
menghilang cepat setelah lepas dari bahaya

>>seperti buku gaharu
baru memperlihatkan keunggulannya apabila perlu

>>seperti bulan -
muka yang sangat pucat

>>seperti burung gagak pulang ke benua
keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau

>>seperti cacing kepanasan
tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)

>>seperti cembul dengan tutupnya (dapat tutupnya)
cocok sekali; sesuai benar

>>seperti Cina karam
riuh rendah; hiruk-pikuk

>>seperti cincin dengan permata
sesuai benar

>>seperti cincin dengan permata
cocok sekali

>>seperti ditempuh gajah lalu
suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)

>>seperti gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja
sangat berlagak (sombong)

>>seperti gadis sudah berlaki
anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dsb)

>>seperti gajah dengan sengkela nya
sesuatu yang menyusahkan

>>seperti gajah masuk kampung
orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

>>seperti gergaji dua mata
memperoleh keuntungan dari dua belah pihak

>>seperti gerundang yang kekeringan
orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

>>seperti gerup dengan sisir
menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai

>>seperti gula dalam mulut
pekerjaan yang sangat mudah; sesuatu yang sudah dikuasai

>>seperti gunting makan di ujung
perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

>>seperti harimau menyembunyikan kuku
(ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dsb

>>seperti ikan baung dekat pemandian
amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)

>>seperti ikan dalam air
senang sekali

>>seperti ikan dalam belat
tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

>>seperti ikan dalam tebat
rezeki yang sudah hampir dalam tangan

>>seperti ikan kena tuba
bingung tidak keruan atau sudah tidak berdaya lagi

>>seperti itik mendengar guntur
mengharap-kan peruntungan dsb yang tidak tentu datangnya

>>seperti janggut pulang ke dagu
sudah pada tempatnya

>>seperti janggut pulang ke dagu
kena pada tempatnya

>>seperti kancah dibayar, Mk pb
ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dsb)

>>seperti katak di bawah tempurung
sangat picik pengetahuannya; kurang luas pandangannya

>>seperti katak di bawah tempurung
berpengetahuan yang sangat picik

>>seperti katak ditimpa kemarau
berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dsb); sangat gaduh

>>seperti kedangkan dengan caping
orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong

>>seperti kelekatu masuk api
tidak memedulikan bahaya maut

>>seperti kepiting tidak tahu bungkuknya (sebagai udang tak tahu bungkuknya)
orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

>>seperti kera dapat bunga
tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dsb)

>>seperti kera dengan monyet
setali tiga uang, jadi sama saja

>>seperti kera mendapat bunga (seperti kera diberi kaca)
mendapat sesuatu yang tidak dapat mempergunakannya

>>seperti kera mendapat bunga (seperti kera diberi kaca)
mendapat sesuatu yang tidak dapat mempergunakannya

>>seperti kerbau dicocok hidung
menurut saja

>>seperti kerbau dicocok hidung
selalu menurut saja karena kebodohannya

>>seperti keroncor dengan belangkas
sangat karib (tentang persahabatan)

>>seperti ketiak ular , panjang lanjut (tidak putus-putusnya)
tidak berketentuan (baik buruknya)

>>seperti kodok ditimpa kemarau
berkeluh kesah tidak keruan

>>seperti kucing dibawakan lidi
sangat takut

>>seperti kuda lepas dari pingitan
sangat girang karena dapat bebas (lepas) dari kungkungan

>>seperti kuda lepas dari pingitan
seseorang yang merasa gembira sekali karena bebas dari larangan, kungkungan, dsb

>>seperti labu dibenam
sangat congkak

>>seperti lampu kekurangan minyak
perihal seseorang yang hidupnya sangat melarat; perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

>>seperti lebah , mulut membawa madu, pantat membawa sengat
orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)

>>seperti lepat dengan daun
tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain

>>seperti limau masak seulas
(orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dsb)

>>seperti lonjak alu penumbuk padi
berjalan dengan langkah yang gagah, tetapi sombong

>>seperti mayat ditegakkan
berbadan kurus dan bermuka pucat

>>seperti melukut di tepi gantang
tidak dapat berbuat apa-apa

>>seperti memegang tali layang-layang
orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah

>>seperti menangkap ikan dalam belanga
sesuatu yg sudah pasti akan didapat


>>seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian
perbuatan yang sia-sia

>>seperti menating minyak penuh
diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dsb)

>>seperti menating minyak penuh
diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dsb)

>>seperti menating minyak penuh
memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dsb)

>>seperti menepung tiada berberas
banyak cakap, tidak berisi

>>seperti menghilang manau
perbuatan yang sukar dilaksanakan; sukar sekali

>>seperti mentimun dengan durian
, pb perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)

>>seperti misai pulang ke bibir
pulang ke asalnya; sudah pada tempatnya

>>seperti orang kecabaian
sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)

>>seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah

>>seperti panji-panji , ditiup angin berkibar-kibaran
tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat

>>seperti panji-panji , ditiup angin berkibar-kibaran
tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat

>>seperti parang bermata dua
mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

>>seperti pikat kehilangan mata
bingung tidak keruan; kehilangan akal

>>seperti pinang dibelah dua
(dua orang yang) serupa benar

>>seperti pinang pulang ke tampuknya
sudah pada tempatnya; sudah cocok

>>seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk
perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa

>>seperti pipit menelan jagung
hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dsb)

>>seperti polong kena sembur
berlari cepat-cepat karena ketakutan dsb

>>seperti pungguk merindukan bulan
seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

>>seperti rusa kena tambat
selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)

>>seperti rusa masuk kampung
tercengang-cengang keheranan

>>seperti santan dengan tengguli
cocok benar; kena benar

>>seperti sayur dengan rumput
banyak bedanya; berlainan benar

>>seperti sengkalan tak sudah
buruk sekali (rupa dll)

>>seperti siang dengan malam
jauh (banyak) bedanya

>>seperti tikus jatuh di beras
ibarat orang yg mendapat pekerjaan yg menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi

>>seperti tikus masuk perangkap
orang yg sudah kehilangan akal; amat gelisah

>>seperti tikus masuk rumah
orang yg kecewa krn tidak terpenuhi harapannya

>>seperti toman makan anak
orang yang berbuat cabul (sumbang)

>>seperti ular kena bedal (palu, pukul)
tidak tenang (karena marah dsb)

>>seperti ular mengutik-ngutik ekor
bergerak terus dengan gelisah (karena marah dsb)

>>sepesan anak beranak, anaknya beranak (menggigit) pula
cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

>>serigala berbulu domba
orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang

>>serigala dengan anggur
sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memerolehnya, tetapi gagal

>>serumpun bagai serai, selubang (seliang) bagai tebu
bersatu hati-hati dalam segala hal

>>serumpun serai , selubang (seliang) bagai tebu (serumpun bagai serai , seikat bagai sirih)
seia sekata; rukun sekali

>>serumpun serai , selubang (seliang) bagai tebu (serumpun bagai serai , seikat bagai sirih)
seia sekata; rukun sekali

>>sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu
sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

>>sesal (pikir) dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)

>>sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka
setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal

>>sesat surut, terlangkah kembali
memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

>>sesayat sebelanga juga
meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

>>sesayat sebelanga juga
meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

>>setali tiga uang
sama saja; tidak ada bedanya

>>setapak jangan lalu, setapak jangan surut
pendirian harus kuat

>>setempuh lalu, sebondong surut
tetap bersatu hati

>>setempuh lalu, sebondong surut
tetap bersatu hati

>>setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan
sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga

>>setinggi-tinggi melambung , surutnya ke tanah juga
biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

>>seukur mata dengan telinga
seturut penglihatan dan pendengaran

>>si cebol hendak mencapai bulan (bintang)
menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

>>sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak
jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

>>sia-sia negeri alah
pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya

>>sia-sia utang tumbuh
pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati dan tidak rapi penjagaannya sehingga menimbulkan kerugian

>>siang bernapas, malam berembun (malam berselimut embun, siang bertudung awan)
sangat miskin (tidak punya rumah)

>>siapa berkotek , siapa bertelur
siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat

>>siapa gatal , dialah menggaruk
siapa berkehendak dialah yang harus berbuat

>>siapa lama tahan, menang
apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik

>>siapa luka siapa menyiuk
yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu

>>siapa makan lada , ialah berasa pedas
barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dsb)

>>siapa melejang siap patah
siapa yang bersikeras hendak beroleh barang (pekerjaan), dialah yang harus menderita rugi (kesukaran dsb)

>>siapa melejang, siapa patah ( siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk)
orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu, dialah harus menanggung kesukarannya (kerugiannya dsb); pekerjaan yang terburu-buru itu kelak merugikan juga

>>siapa menjala , siapa terjun
siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha

>>siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga
siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

>>siapa sakit, siapa -
yang berbuat salah akan merasa jika ada yang menyindir dsb

>>siapa yang gatal, dialah yang menggaruk
orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

>>siapa yg makan cabai, dialah yg berasa pedas (kepedasan)
1 siapa yg berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya; 2 siapa yg merasa tersindir berarti telah berbuat spt yg disindirkan itu

>>siar bakar berpuntung suluh
suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya

>>sigai dua segeragai
suatu perkara yang bersangkut paut dengan perkara yang lain

>>silap mata pecah kepala
kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa

>>silap mata pecah kepala
kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

>>singkap daun ambil isi (buah)
(berkata) dengan terus terang

>>singkat diulas panjang dikerat
mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

>>singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat
tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

>>siput memuji buntut
memuji diri sendiri

>>sirih naik junjungan patah
baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

>>sirih pulang ke gagang
sudah pada tempatnya; kembali seperti semula

>>sokong membawa rebah
dikhianati atau dicelakai oleh teman sendiri

>>sokong membawa rebah
orang kepercayaan yang merusakkan sesuatu yang dipercayakan (diamanatkan) kepadanya

>>spt sebuah biji tersesat dl rumput
1 orang yg hina tidak kelihatan oleh orang; 2 sesuatu yg kecil

>>suarang ditagih, sekutu dibelah
harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah

>>suaranya seperti membelah betung
suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dsb)

>>sudah arang-arang hendak minyak pula
sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

>>sudah basah kehujanan
mendapat kemalangan ganda

>>sudah bertarah berdongkol pula
sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain

>>sudah bertarah berdongkol pula
sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain

>>sudah beruban baru berguam
dikatakan kepada orang tua yang tingkah lakunya seperti orang muda

>>sudah biasa makan kerak
sudah biasa mengalami kesukaran

>>sudah dapat gading bertuah , tanduk tiada berguna lagi
setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan

>>sudah di depan mata
sudah dekat (hampir datang)

>>sudah dieban dihela pula
menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dsb) terus-menerus

>>sudah diheban dihela pula
menderita berbagai kecelakaan terus-menerus
>>sudah dikecek , dikecong pula
dua kali tertipu

>>sudah gaharu cendana pula (sudah tahu bertanya pula)
pura-pura tidak tahu

>>sudah genap bilangannya
sudah sampai ajalnya

>>sudah jatuh ditimpa tangga
mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut

>>sudah kenyang makan kerak
sudah banyak pengalaman

>>sudah lulus maka hendak melantai
sudah celaka baru ingat

>>sudah makan, bismillah
suatu pekerjaan atau rundingan yg dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan

>>sudah masuk angin
perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi

>>sudah mati kutu nya
sudah hilang kekuatannya; tidak berbuat apa-apa lagi; celah

>>sudah mengilang membajak pula
tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan dsb)

>>sudah panas berbaju pula
orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

>>sudah panjang langkahnya
sudah meninggal

>>sudah se asam segaramnya
sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

>>sudah seasam se garam nya
sudah baik benar (tidak ada celanya)

>>sudah tahu peria pahit
penyesalan yang sia-sia saja (sebab sudah tahu kurang baik, tetapi diperbuat juga)

>>sudah terantuk baru tengadah
sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar

>>sudah terantuk, baru tengadah
baru ingat sesudah merugi

>>sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi
perbuatan salah yang terlanjur

>>sudah tidak - oleh angsa, baharu diberikan kepada itik
orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar

>>sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya Mk
orang yang tidak dapat dikalahkan

>>sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya
orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya

>>sukat air menjadi batu
tidak mungkin

>>sukatannya sudah penuh
sudah sampai ajalnya

>>suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih
orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)

>>sumbing meluaki, retak melampaui tara (garis)
kesalahan besar

>>sumur digali air terbit
beroleh sesuatu lebih daripada yang diharapkan

>>sungai sambil mandi
sekali bekerja dua tiga pekerjaan terselesaikan

>>surat atas batu
adat yang terpakai selamanya

>>syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas
baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

>>syariat palu-memalu, pada hakikat nya adalah balas-membalas
kebaikan harus dibalas dengan kebaikan

>>tabuhan meminang anak labah-labah
tidak seimbang (tentang perjodohan)

>>tahan jerat sorong kepala
hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka

>>tahu asam garamnya
tahu seluk-beluknya (baik-buruknya)

>>tahu di asin garam
banyak pengalaman

>>tahu di dalam lubuk
tahu benar akan seluk beluk suatu perkara

>>tahu makan tahu simpan
dapat menyimpan rahasia baik-baik

>>tak (ber) pucuk di atas enau
sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)

>>tak ada beras yang akan ditanak
tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

>>tak ada gading yang tak retak
tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

>>tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta
bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

>>tak ada kusut yang tak selesai
tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan

>>tak ada laut yang tak berombak
setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya

>>tak ada padi yang bernas setangkai
tidak ada satu pun yang sempurna

>>tak ada pendekar yang tak bulus
tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

>>tak ada pendekar yang tak bulus
tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

>>tak air talang dipancung
tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya

>>tak akan terlawan buaya menyelam air
orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan

>>tak beban batu digalas (tiada beban mencari beban )
sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

>>tak beras antah dikisik
melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai

>>tak boleh bertemu roma
selalu berselisih (bertengkar dsb)

>>tak jauh rebung dari rumpun nya
tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya

>>tak kan lari gunung dikejar , hilang kabut tampaklah dia
sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya

>>tak lalu dandang di air, di gurun ditanjakkan
dengan berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya

>>tak lalu dandang di air, di gurun ditanjakkan
dengan berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya

>>tak lapuk di hujan, tak lekang di panas
tetap selamanya; tidak mengalami perubahan

>>tak lekang oleh panas
tetap tidak berubah

>>tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

>>tak pandang bulu,
ki tidak membeda-bedakan orang

>>tak putus dirundung malang
tiada putusnya, tiada henti-hentinya men- dapat celaka

>>tak sungguh seluang melaut, (akhirnya balik ke tepi juga)
tidak betah tinggal di perantauan; orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga

>>tak tanduk telinga dipulas
tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)

>>tak tentu hilir mudiknya
tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya

>>tak tentu hilir nya, tidak berketentuan hulu hilir nya
tidak tentu maksud dan tujuannya

>>tak tentu kepala ekornya
tak tentu ujung pangkalnya

>>tak terkayuhkan lagi biduk hilir
sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)

>>takut akan -nya
takut atau khawatir karena ingat akan perbuatan sendiri yang buruk

>>takut akan lumpur , lari ke duri
menghindarkan diri dari kesusahan yang kecil, jatuh ke dalam kesusahan yang lebih besar

>>takut di hantu , terpeluk ke bangkai
mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti

>>takut titik lalu tumpah
karena segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar

>>takutkan tuma , dibuang(kan) kain
sayang akan sesuatu yang berharga, tetapi dapat kerugian besar

>>talam dua muka
bermuka dua; mendua hati

>>tali busur tidak selamanya dapat diregang
orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya

>>tali jangan putus, kaitan jangan rekah
perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang

>>tali putus keluan putus
anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal

>>tali tiga lembar tak - putus
bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

>>tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus
bersatu teguh, bercerai runtuh

>>tampak tembelang nya
kelihatan kebusukannya (kekurangannya, kejahatan, dsb)

>>tampuk bertangkai
ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat

>>tampuk nya masih bergetah
masih cukup penghidupannya

>>tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera
kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain

>>tanam lalang tak akan tumbuh padi
melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya

>>tanduk di berkas
sesuatu yang tidak dapat dikerjakan

>>tanduk di kepala tak dapat digelengkan
tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan

>>tangan mencencang (memetik, menetak) bahu memikul
siapa yang salah harus menanggung hukuman

>>tangan mencencang bahu memikul
siapa yang bersalah harus dihukum; perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal

>>tangan menetak (mencencang) bahu memikul
harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat

>>tangguk lerek dengan bingkainya
suami istri yang hidup rukun sampai tua

>>tangguk rapat, keruntung bubus
suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros

>>tarik muka dua belas
perihal orang yang sangat kecewa dan kelihatan selalu kesal

>>taruh beras dalam padi
menyimpan rahasia baik-baik

>>tebu di bibir
mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dsb); ~

>>tebu di bibir
mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dsb); ~

>>tebu masuk di mulut gajah
binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)

>>tebu setuntung masuk geraham gajah
pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya

>>tegak pada yang datang
tetap pendiriannya; tetap memegang keadilan (kebenaran)

>>tegak sama tinggi, duduk sama rendah
sama tingkatnya (derajat kedudukannya)

>>teguh berpaling , duduk berkisar
berlainan dengan apa yang telah dikatakan atau dijanjikan

>>teguh berpaling , duduk berkisar
berlainan dengan apa yang telah dikatakan atau dijanjikan

>>telaga di bawah gunung
perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya

>>telaga mencari timba
perempuan mencari laki-laki

>>telah - bagai embacang
telah mulai jelas (tentang suatu perkara)

>>telah berasap hidungnya
telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

>>telah busuk maka dipeda
berbuat sesuatu yang telah terlambat

>>>>telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati
karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang

>>telah dijual , maka dibeli
pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu

>>telah dijual, maka dibeli
pikirkan dahulu masak-masak sebelum sesuatu dikerjakan

>>telah habis maka -
atau

>>telah jadi indarus
telah kalah; kalah main (judi dsb)

>>telah karam maka tertimpa
baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan

>>telah mati yang bergading
telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

>>telah mengguncang girik
sudah tua sekali

>>telah meraba-raba tepi kain
sudah sakit payah; sudah hampir meninggal

>>telah penuh sebagai -
habis kesabaran

>>telinga rabit dipasang subang
tidak pada tempatnya

>>telinga rabit dipasang subang
memuliakan orang yang tidak patut dimuliakan

>>teluknya dalam, rantau nya sakti
tidak mudah dikalahkan

>>telunjuk lurus kelingking berkait
pada lahirnya kelihatan baik, tetapi dalam hati tampak busuk

>>telunjuk lurus, kelingking berkait
lahirnya tampak baik, tetapi di dalam hatinya terkandung maksud jahat

>>telunjuk lurus, kelingking berkait
lahirnya baik, tetapi batinnya jahat

>>telunjuk lurus, kelingking berkait
lahirnya tampak baik, tetapi di dalam hatinya terkandung maksud jahat

>>telunjuk mencocok (merosok, menikam) mata (jari)
merusakkan (mengambil, mencari, dsb) barang yang sebenarnya harus dijaga

>>telur di ujung tanduk
keadaan yang amat sulit

>>telur di ujung tanduk
dalam keadaan yang sangat sulit (berbahaya)

>>telur sesangkak, pecah satu pecah semua
bersatu hati dalam segala hal

>>tempat makan jangan dibenahi
kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang; jangan berbuat jahat kpd orang yg berlaku baik kpd kita

>>tempayan tertiarap dalam air
orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)

>>tengah tapak bayang-bayang
tengah hari tepat

>>tentang mata dengan mata (antara empat mata )
berhadap-hadapan dua orang saja

>>teperlus maka hendak menutup lubang
sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar

>>tepuk berbalas, alang berjawat
perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

>>tepuk perut tanya selera
bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman

>>tepung kena ragi
sudah terjadi (berjalan baik-baik)

>>terajar pada banting pincang
tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

>>terang kabut , teduh hujan
telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb

>>terapung sama hanyut, terendam sama basah
sehidup semati; senasib sepenanggungan

>>terapung tak hanyut , terendam tak basah
belum ada keputusan atau ketentuan

>>terapung tak hanyut, terendam tak basah
belum tentu kesudahannya (tentang perkara dsb)

>>teras terunjam, gubal melayang
penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi

>>terban bumi tempat berpijak
hilang tempat menggantungkan harapan

>>terbang bertumpu hinggap mencekam
jika merantau hendaklah menghubungi (mencari) kaum kerabat tempat menumpangkan dirinya

>>terbeli
apa yang disuruhkan kepada orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga

>>terbulang ayam betina
orang yang disangka berani dsb, ternyata tidak

>>tercacak seperti lembing tergadai
tertegak dan terdiam tercengang-cengang

>>tercincang puar bergerak andilau
jika seseorang anggota keluarga dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga

>>terconteng arang di muka
mendapat malu

>>tercoreng arang di dahi (kening, muka)
mendapat malu

>>tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit
jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

>>terdesak padang ke rimba
hilang akal

>>terdorong gajah karena besarnya
berbuat sesuatu yang kurang baik karena kekuasaannya

>>terentak ruas ke buku
hilang akal

>>tergantung tidak bertali
perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai

>>tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan
seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari

>>terikat kaki tangan
tidak bebas (berkuasa) lagi

>>terkalang di mata, terasa di hati
ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

>>terkilan di hati, terkalang di mata
terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan

>>terlampau dikadang , mentah
karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk

>>terlampau dikadang , mentah
karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk

>>terlampau panggang angus
kalau terlampau meninggi-ninggikan diri, akhirnya akan jatuh juga

>>terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik
perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu

>>termakan (di) cirit berendang
termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain

>>termakan di rambut
amat susah

>>termakan di sadah
sangat kesal hati (karena tertipu dsb)

>>terpasang jerat halus
terkena muslihat

>>terpecak peluh di muka
malu sekali

>>terpegang di abu hangat
mendapat atau mencampuri sesuatu yang menyusahkan saja

>>terpeluk di batang dedap
malang; sial

>>terpeluk di batang dedap
malang; sial

>>terpijak bara hangat
sangat gelisah; tidak dapat tenang

>>terpijak bayang-bayang
waktu tengah hari kira-kira pukul 12.00

>>terpijak benang arang hitam tampak
berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat

>>tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang
orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu

>>tersesak padang ke rimba (ke tebing)
sudah habis akal (tidak berdaya lagi)

>>tersesak undang kepada yang runcing tiada dapat bertenggang lagi
habis akal budi (bicara); habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

>>tersingit-singit bagai katung di bawah reba
sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

>>tertambat hati terpaut sayang
sangat cinta

>>tertangkap basah
tertangkap ketika sedang berbuat kejahatan; tertangkap tangan

>>tertangkap di ikan kalang
berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dsb

>>tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air
sama-sama dalam suka dan duka

>>tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air
sama-sama dalam suka dan duka

**tertawa membawa roboh
,
**tertawa membawa roboh
,
>>tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah
perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

>>tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah
perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

>>>>tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah
seia sekata; sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

>>tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah
seia sekata; sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

>>tertimbun dikais, terbenam diselam
suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat

>>tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri
jangan putus asa

>>tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri
kalau mendapat kesukaran dsb hendaklah selalu berikhtiar untuk menghindari atau mengatasinya

>>tiada beban batu digalas
mencari kesukaran (kesusahan)

>>tiada berketentuan hulu hilirnya
tidak tentu maksud dan tujuannya

>>tiada kayu janjang dikeping
suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu

>>tiada kubang yang tiada berkodok
tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya

>>tiada mengetahui hulu hilir nya
tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)

>>tiada raja menolak sembah
tidak ada orang yang tidak suka dihormati

>>tiada rotan akar pun berguna (jadi)
kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

>>tiada terbawa sekam segantang
sangat lemah (tidak berkekuatan)

>>tiang pandak hendak menyamai tiang panjang
hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa

>>tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan
perbuatan tidak adil (seperti terhadap A bersikap keras, terhadap B bersikap lembut)

>>tiba di rusuk menjeriau
sudah pada tempatnya; sudah kena benar (tentang jawaban dsb)

>>tidak (belum) - telunjukmu
tak boleh jadi; mustahil begitu

>>tidak ada orang menggaruk ke luar badan
biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan

>>tidak berluluk mengambil cekarau
mendapat untung tidak dengan bersusah payah

>>tidak dibawa orang sehilir -
tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat

>>tidak hujan lagi becek, ini pula hujan
sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat

>>tidak kekal bunga karang
hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dsb) yang tidak berlangsung lama

>>tidak kelih mau tengok
ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha

>>tidak lain tidak bukan,
yang sebenarnya (bukan yang lain)

>>tidak makan benang
tidak masuk akal; tidak benar

>>tidak makan siku-siku
1 cakap orang yg berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya; 2 tidak baik; tidak patut

>>tidak masuk buku , cak
tidak masuk dalam hitungan

>>tidak mati oleh Belanda
seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin

>>tidak terindang dedak basah
perkara (perselisihan dsb) yang sangat sulit penyelesaiannya

>>tidur bertilam air mata
sangat sedih karena merindukan kekasih

>>tidur bertilam pasir
tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)

>>tidur di atas miang (enjelai)
tidak dapat tenang (selalu gelisah)

>>tidur tak lelap, makan tak kenyang
sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dsb)

>>timur beralih ke sebelah barat
laki-laki yang menurut pada perintah istrinya

>>tinggal kelopak salak
sangat papa; sangat miskin

>>tinggal sehelai sepinggang
tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya; menjadi miskin

>>tinggi banir tempat berlindung
setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

>>tinggi gelepur rendah laga
banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya); sombong

>>tinggi terbawa oleh ruas nya
seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar

>>tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir
segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

>>tohok lembing ke semak
(perbuatan yang) sia-sia

>>tohok raja tidak dapat dielakkan
sukar menolak kehendak orang yang berkuasa

>>tohok tunggang ke buruh (ke bawah)
mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya

>>tolak tangga berayun kaki
membuang kehidupan yang sudah enak

>>tong kosong nyaring bunyinya
orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)

>>tongkat membawa rebah
orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dsb)

>>tua-tua keladi (kelapa)
dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

>>>>tua-tua keladi ,
tua tetapi bukan tua umurnya saja melainkan juga banyak pengetahuan dan pengalaman
**tua-tua kelapa
,
>>tuah anjing, celaka kuda
nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)

>>tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu
tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang

>>tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung
berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

>>tuak terbeli, tunjang hilang
mendapat celaka (kekecewaan dsb)

>>tuak terbeli, tunjang hilang
mendapat celaka (kekecewaan dsb)

>>tuba habis, ikan tak dapat
pekerjaan yang sia-sia (tidak mendapat untung, bahkan mendapat rugi)

>>tunggang hilang berani mati
tidak gentar menjalankan kewajiban (terutama yang mengenai bangsa dan negara)

>>tunggang hilang berani mati
tidak takut apa pun

>>tunggang hilang tak hilang
hal ketetapan hati berani melakukan suatu pekerjaan; tidak menghiraukan bahaya ataupun mati

>>ucap habis niat sampai
semua yang dikatakan langsung dilaksanakan

>>udang dalam tangguk
sangat gelisah (susah dsb)

>>udang hendak mengatai ikan
tidak insaf akan aibnya sendiri

>>udang tak tahu bungkuk nya
tidak tahu akan kekurangan dirinya

>>udang tak tahu di bungkuknya
tidak tahu akan cacat dan celanya diri sendiri

>>ujung jarum halus kelindan sutera
tipu muslihat yg sangat halus

>>ukur baju (di) badan sendiri
menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian terhadap diri sendiri

>>ulam mencari sambal
perempuan yang mencari laki-laki

>>ular menyusur akar
merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya

>>umpama air digenggam tiada tiris
hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara

>>umpama ayakan dawai
pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat

>>umpan habis, ikan tak kena
usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi

>>umpan seumpan, kail sebentuk
melakukan suatu usaha dengan tidak cukup alat dan syaratnya

>>umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang
baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan

>>umur setahun jagung (darah setampuk pinang)
masih sangat muda; belum berpengalaman

>>unjuk yang tidak diberikan
berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)

>>untung ada tuah tiada
ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya; murah rezekinya, tetapi selalu habis saja

>>untung sabut timbul, untung batu tenggelam
1 untung-untungan; 2 tidak seorang pun yg dapat menghindari nasibnya

>>upah lalu bandar tak masuk
tidak mendatangkan hasil sedikit pun

>>usahlah teman dimandi pagi
tidak usah kamu lebih-lebihkan (kaupuji-puji)

>>usul menunjukkan asal
kelakuan (budi bahasa) seseorang menunjukkan asal keturunannya

>>usul menunjukkan asal
dari tingkah laku (tabiat) dapat kita ketahui asalnya (tinggi rendahnya derajat dsb)

>>utang (pinjam) kayu ara
(utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar

>>utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati
budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

>>utang selilit (sebelit) pinggang ( utang tiap helai bulu)
utangnya banyak sekali

**v
hina-menghinakan; saling meremehkan
**v
menyebabkan telinga berasa pekak (karena ramai, gempar, dsb)
**v
mengadakan sarasehan
**v
membicarakan dalam sarasehan
**v
memasukkan surat ke kantor pos atau kotak surat untuk dikirim melalui pos
**v
lihat

>>wau melawan angin
perbuatan yang sia-sia

>>yang - lalu, yang terlintang patah
siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

>>yang - tak akan jadi segantang
nasib orang tidak dapat diubah

>>yang berbaris yang berpahat , yang bertakuk yang bertebang
dikerjakan sebagaimana biasanya

>>yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat
sudah menurut aturan (adat) yang biasa

>>yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat
sudah menurut aturan (adat) yang biasa

>>yang bulat datang bergolek , yang pipih datang melayang
keuntungan (kesenangan dsb) datang dari mana-mana

>>yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran
yang sudah ada binasa dan habis, yang dicari tiada dapat

>>yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran
yang sudah ada binasa dan habis, yang dicari tiada dapat

>>yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran
yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

>>yang lahir menunjukkan yang batin
kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

>>yang merah saga , yang kurik kundi
yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

>>yang pipit sama pipit , yang enggang sama enggang
bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing; persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya

>>yang rebah ditindih
yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)

>>yang se cupak takkan jadi segantang
sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)

>>yang teguh disokong, yang rebah ditindih
yang sudah kuat (kaya dsb) dibantu, sedang yang lemah (miskin dsb) digencet

>>zaman beralih musim bertukar
segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman

0 komentar:

Poskan Komentar